infosawit

Analis Prediksi Harga Minyak Sawit 2021 Tetap Tinggi



Analis Prediksi Harga Minyak Sawit 2021 Tetap Tinggi

InfoSAWIT, JAKARTA – Analis komoditas dari LMC International Ltd, Inggris, James Fry, memperkirakan harga CPO (minyak sawit mentah) akan tetap tinggi hingga kuartal kedua tahun 2021.  Dampak La Nina dan pemeliharaan kebun yang tidak optimal sejak pandemik covid-19 akan mempengaruhi produksi tandan buah segar (TBS) di perkebunan sawit di Indonesia dan Malaysia.

“Tahun ini kinerja produksi minyak sawit rendah, bukan karena dampak musim kemarau panjang satu atau dua tahun sebelummya saja.  Tetapi juga karena pemeliharaan kebun yang kurang baik akibat penggunaan pupuk berkualitas rendah beberapa tahun lalu,” kata James Fry saat menjadi pembicara dalam Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2020 New Normal, dihadiri InfoSAWIT, Kamis (3/12/2020).

Fry mengatakan, secara umum kinerja industri sawit cukup baik sepanjang pandemik covid-19.  Meskipun mengalami penurunan volume ekspor akibat penerapan lockdown di beberapa negara tujuan, termasuk dua pasar utama yaitu Tiongkok dan India, memasuki kuartal ketiga tahun 2020, tren permintaan ekspor sawit berangsur pulih.

Sementara diungkapkan, Presiden Direktur ISTA Mielke GmbH (Oil World), Thomas Mielke, perubahan pasokan dan permintaan minyak sawit dan minyak kedelai menentukan faktor fundamental yang menentukan harga minyak nabati. Tahun 2020, minyak sawit memegang pangsa 32% dari total produksi minyak nabati dunia, sementara minyak kedelai sebesar 25%. “Mengejutkan, harga minyak sawit dan sebagian minyak nabati lainnya mencapai harga tertinggi dalam kurun enam tahun terakhir yakni di bulan November,” jelas  Mielke.

Lebih lanjut kata Mielke, produksi minyak sawit lebih rendah dari ekspektasi, hal ini terjadi terutama dari bulan Juli sampai September 2020. Produksi minyak sawit dunia turun hampir di atas 8 juta ton, terutama di Indonesia. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit