infosawit

Integrasi Sawit Sapi di Kotawaringin Barat Jauh Dari Kenyataan



Integrasi Sawit Sapi di Kotawaringin Barat Jauh Dari Kenyataan

InfoSAWIT, JAKARTA - Penerapan kebijakan integrasi sawit sapi awalnya memberikan sebuah harapan, namun sayangnya belum berdampak positif bagi nasib petani, malah justru petani dihadapkan pada kondisi bahan baku yang sulit didapat.

Sebut saja Pak Arif, bangun pagi sebelum Adzan Subuh berkumandang, saat teriakan sapi di kandang meminta pakan. Diambilnya campuran pakan ternak yang sudah diolahnya sendiri di dalam drum penyimpanan pakan.

Hampir saja tangannya tak dapat mengambil pakan, karena pakan yang dimiliki tinggal di dasar drum. Pola pemberian pakan ternak yang ia lakukan adalah rumput untuk sore hari, sementara untuk malam dan pagi dia gunakan pakan konsentrat olahan sendiri yaitu campuran dari solid dan bungkil, limbah pabrik kelapa sawit.

Sebagai peternak yang sudah diberi pengetahuan tentang ilmu pakan, ia mampu membuat pakan dari bahan limbah pabrik kelapa sawit yang difermentasi. Dari pengalamannya lebih dari 20 tahun beternak, ia bisa membedakan memberikan pakan dengan rumput dan pakan olahan dari limbah perkebunan kelapa sawit. 

Dengan pakan olahan dari limbah sawit tersebut, ia merasakan sangat efesien dari segi waktu. Dalam satu minggu ia hanya bekerja mengolah pakan selama 3 jam dan tinggal memberikan tiap hari kepada ternak, sedangkan apabila ia menyabit rumput memerlukan waktu 3 jam perhari. Selain itu, ia merasakan pertambahan bobot ternak yang dipelihara sangat pesat dibandingkan dengan ternak yang hanya diberi makan rumput.

Meski begitu, ia mengeluhkan tak mudah untuk mendapatkan bahan-bahan untuk pembuatan pakan. Tak masuk akal baginya sebab pabrik kelapa sawit itu pun berada di desanya sendiri, tapi ia tidak bisa datang ke pabrik itu dan membeli apa yang ia perlukan. Ia pun tidak tahu kemana muatan truk-truk pengangkut limbah  pabrik kelapa sawit menghilang.

 

Integrasi Sawit Sapi: Slogan dan Potret Perih Petani

Potret peternak di atas mewakili potret perih kehidupan peternak di Kabupaten Kotawaringin Barat, yang konon pemerintah daerahnya gencar mendorong program unggulan Integrasi Sawit Sapi beberapa tahun terakhir. 

Program ini dicanangkan pemerintah daerah karena mayoritas usaha masyarakat adalah perkebunan kelapa sawit serta terdapat puluhan pabrik kelapa sawit (PKS) yang menghasilkan limbah. Program Integrasi Sawit Sapi sejatinya menyasar sapi milik korporasi maupun peternakan rakyat.

Bagi peternakan milik korporasi yang notabene memiliki sendiri pabrik kelapa sawit, mereka berkembang dengan jumlah dan kualitas ternak yang sangat unggul. Beberapa peternakan besar seperti milik anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) dan Citra Borneo Indah (CBI) Grup mampu melaksanakan program Intergrasi Sawit Sapi secara maksimal. Berlimpahnya sumber pakan yang dimiliki membuat perusahaan bisa memiliki puluhan ribu populasi ternak di kebun sawit mereka. (YB. Zainanto Hari Widodo/Ketua Sentra Peternakan Rakyat (SPR) Berkat Bersama)

Terbit di Majalah InfoSAWIT Edisi Oktober 2020

http://store.infosawit.com/

 


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit