infosawit

Media Perkuat Posisi Minyak Sawit Indonesia



Media Perkuat Posisi Minyak Sawit Indonesia

InfoSAWIT, JAKARTA - Kemajuan informasi dengan teknologi, kini telah menjelma menjadi kekuatan baru di dunia. Penggunaan teknologi informasi, juga menjadi salah satu ujung tombak dalam menghadapi berbagai persoalan selama pandemi Covid 19 yang kian merajalela. Berbagai konflik dan persoalan yang silih berganti, juga selalu menggunakan teknologi informasi untuk mencari solusinya. Bagaimana dengan industri sawit nasional?

Pengelolaan informasi, seringkali tidak mendapat tempat sesuai porsinya dalam perilaku bisnis. Kendati berbagai persoalan yang terjadi, seringkali bersumber dari tekanan informasi yang kian gencar dilakukan pesaing usahanya. Peran informasi dalam komunikasi sering pula terabaikan, lantaran para pelaku bisnis hanya memandang persaingan, dalam hubungan yang pragmatis; sekedar mencara keuntungan semata.

Secara nyata,  komunikasi bisnis kini menghadapi persoalan yang kian galau (turbulent) karena secara signifikan harus mengamankan brand image sebagai bagian tugas pokok dari korporasi. Pengamanan komunikasi yang dilakukan secara memadai, memang secara langsung akan berkembang menjadi reputasi korporasi (corporate reputation), sebagai senjata pamungkas dalam menghadapi ketidakpastian (uncertainty) selama pandemi covid 19.

Namun, kondisi selama pandemi covid 19 yang penuh gejolak (volatile) tidak sepenuhnya disadari para pelaku usaha minyak sawit. Lantaran, para pelaku bisnis masih terlena dengan keuntungan manis, yang masih didapat hingga dewasa ini. Padahal, keuntungan yang saat ini masih dirasakan, bisa saja akan lenyap dalam sekejap seperti industri lainnya yang tumbang akibat pandemi covid 19.

Sebagai informasi, media cetak, radio dan televisi nasional kini sudah berguguran akibat rendahnya pendapatan yang dihasilkan setiap bulannya. Sedangkan media online yang bertumbuh, juga masih memiliki masalah besar akan pendapatan yang masih rendah hingga saat ini. Alhasil, media sebagai sumber informasi mengalami pelemahan yang luar biasa, dan secara senyap mulai tergantikan media sosial, yang menghasilkan banyak informasi dengan biaya sangat murah.

Lantas, bagaimana peranan media di masa depan? Media tak akan pernah lekang oleh waktu, lantaran informasi yang dihasilkan melalui proses pemikiran yang mengedepankan informasi akurat dan terpercaya sumber dan narasinya. Sebaliknya, kondisi pandemi covid 19 saaat ini, kian diperparah dengan pemberitaan media sosial yang seringkali merepro informasi yang tidak akurat dan cenderung menyesatkan alias HOAKS.

Seorang penulis kenamaan dalam Buku yang ditulis Anthony Bianco, The Enduring Corporation, menegaskan bahwa perusahaan yang berkelanjutan adalah korporasi yang memiliki daya adaptasi besar dan selalu mampu menemukan kembali dirinya (reinvent it self) untuk ekonomi global. Melalui pendekatan komunikasi, reinvent it self bisa didapatkan korporasi, apabila secara pemikiran positif mampu mengelola kegalauan lingkungan dan ketidakpastian masa depan, dengan memiliki konsep dan melakukan tindakan penyehatan hidup, agar terhindar dari krisis yang berkepanjangan.

Memasuki krisis nasional di penghujung tahun 2020 ini, industri sawit nasional juga menghadapi berbagai serangan yang maha dasyat, berbagai isu lingkungan yang tak pernah selesai, konflik sosial yang sering terjadi, dan berbagai regulasi baru yang cenderung kian memberatkan pelaku bisnis dalam mengelola bisnisnya.

Dalam Buku The Crisis Manager : facing Risk and Responsibility, karya Otto Lerbinger, dijelaskan mengenai kondisi krisis yang tidak mungkin bisa dipahami, karena tidak memiliki landasan kesadaran dan pengetahuan akan lingkungan. Sehingga krisis yang dihadapi dewasa ini, juga tidak disadari pelaku bisnis minyak sawit akan menjadi berkepanjangan.

Pendekatan melalui pemikiran kritis perlu dilakukan, guna menghasilkan konsep krisis yang mengedepankan ilmu pengetahuan akan lingkungan dan sosial, untuk dikelola menjadi bagian dari kepentingan perusahaan dalam menjalankan roda bisnisnya. Konsep krisis ini, juga akan menjadi landasan bagi korporasi dalam merumuskan strategi manajemen di masa depan.

Era yang penuh krisis selama pandemi covid 19 dewasa ini, harusnya jadi momentum bagi industri minyak sawit, guna menyusun strategi manajemen bersama seluruh pemangku kepentingan minyak sawit nasional. Penting bagi pelaku bisnis, memiliki strategi manajemen terbaik, tanpa melakukan management misconduct, seperti krisis konfrontasi (confrontation crisis) dalam menghadapi berbagai kekuatan yang berasal dari aktivisme lingkungan dan sosial serta regulasi yang memberatkan.

Media memiliki peranan penting bagi strategi manajemen industri minyak sawit dalam menghadapi ketidakpastian selama pandemi covid19. Dimana, peranan media merupakan bagian dari pemangku kepentingan industri sawit nasional. Melalui informasi yang akurat dan terpercaya, media bisa menjadi batu penjuru bagi korporasi dalam menyusun strategi manajemen.

Melalui media pula, para pemangku kepentingan bisa saling berdekatan, tanpa perlu menuding ataupun memiliki kebenaran mutlak dibandingkan lainnya. Kesadaran ini, dapat dibangun bersama-sama, guna menghadapi era krisis yang masih terjadi.

Sebagai media cetak nasional, majalah InfoSAWIT membuka pintu selebar-lebarnya bagi semua pemangku kepentingan minyak sawit untuk berjibaku membangun minyak sawit menjadi bagian dari harapan masa depan Indonesia.

Sahabat Sawit,

Ignatius Ery Kurniawan, 081284832789. 

 

Terbit di Majalah InfoSAWIT Edisi Oktober 2020

http://store.infosawit.com/

 


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit