infosawit

Tantangan Sawit Dalam Perdagangan Kian Menguat



Tantangan Sawit Dalam Perdagangan Kian Menguat

InfoSAWIT, JAKARTA - Perdagangan minyak sawit di tingkat global, kian menghadapi beragam tantangan misalnya muncul usulan penetapan batas aman 3-MPCD di dalam minyak nabati, yang akan diterapkan pada 2021 mendatang. Isu ini bakal menggiring pada pengelompokan minyak nabati antara yang buruk dan baik. Alasannya, untuk minyak sawit ditetapkan batas aman 3-mpcd mencapai 2,5 ppm, sementara untuk minyak nabati selain minyak sawit diusulkan 1,5 ppm.

Guna menghadapi isu ini cukup menantang apalagi untuk melakukan pendekatan dengan pihak parlemen Uni Eropa diperkirakan bakal sulit, menyusul telah dilantiknya anggota parlemen Uni Eropa yang 50% terisi dengan orang baru.

Lantas ada upaya penerapatan label bebas minyak sawit (palm oil free) pada kemasan produk pangan. Padahal cara demikian bertentangan dengan regulasi pangan di Uni Eropa, jelas bahwa cara marketing dagang tersebut ilegal secara hukum, tetapi ada pembiaran. Maka itu CPOPC sepakat akan terus melakukan langkah-langkah lebih lanjut terkait adanya penerapan perdagangan yang memuat label bebas minyak sawit dalam kemasan produknya. 

Selanjutnya advokasi, akan menjadi fokus utama yang sangat penting bagi CPOPC. Dalam beberapa pertemuan yang dilakukan CPOPC belum lama ini, muncul pesan yang sama mengenai upaya dalam melawan kampanye negatif, dan mereka meminta CPOPC memimpin dalam upaya tersebut. Termasuk memperkuat studi dan riset minyak sawit. (Dupito Simamora/ Wakil Direktur Eksekutif Council of Palm Oil Producing Countries - CPOPC)

Terbit di Majalah InfoSAWIT Edisi Oktober 2020

http://store.infosawit.com/

 


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit