infosawit

Peremajaan Sawit KUD Karya Jaya Merlung Berlanjut



Peremajaan Sawit KUD Karya Jaya Merlung Berlanjut

InfoSAWIT, MERLUNG - Tekun dan sabar menjadi bumbu penyedap rangkaian diskusi yang digelar pengurus dan anggota  KUD Karya Jaya dalam rangka pelaksanaan peremajaan atau replanting kelapa sawit seluas 800 hektar yang berada di Desa Bukit Harapan, Kecamatan  Merlung, Tanjung Jabung Barat,  Jambi.

Bagi pengurus dan anggota KUD Karya Jaya, kemitraan dengan perusahaan bukanlah hal baru. Selama lebih dari 25 tahun terakhir, para petani anggotanya melangkah bersama PT Inti Indosawit Subur (Asian Agri) dalam kemitraan formal sebagai petani plasma yang membangun dan mengelola kebun sawit dengan budidaya yang memenuhi standar keberlanjutan.

Ketua KUD Karya Jaya, H. Ruhiyat, mengakui bahwa kemitraan telah membawa petani sawit yang bernaung dalam KUD yang dipimpinnya mencapai kemajuan yang pesat. Bukan saja mengenai taraf hidup dan penghasilan masing –masing keluarga yang meningkat, kemitraan menurutnya mampu membangun kehidupan bermasyarakat yang lebih bertanggung jawab sebagai mahluk sosial.

Produktivitas menjadi elemen penting bagi KUD Karya Jaya dalam menetapkan target kebun anggotanya.  “Kami mendidik dan membekali anak-anak agar belajar secara serius, agar mereka bisa mandiri ataupun meneruskan  memelihara kebun kami agar produktif dan mencapai kemakmuran,” kata Ruhiyat dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT.

Lebih lanjut tutur Ruhiyat, jumlah anggota KUD sebanyak 559 orang dengan luas lahan 800 hektar akan turut berperan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Dengan peremajaan kebun sawit yang dilaksanakan dalam dua tahap yakni tahun 2020 seluas 440 hektar dan tahun 2021 seluas 360 hektar, para petani optimis kemitraan antara KUD Karya Jaya dengan PT. Inti Indosawit Subur akan melanjutkan silaturahmi dan bekerja sama dalam pengelolaan kebun selama 1 siklus tanaman ke depan.

Sementara Head Kemitraan Asian Agri, Rudy Rismanto, menggarisbawahi pentingnya mengadopsi budi daya perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, demi generasi sekarang dan masa depan, agar para petani tetap mampu mencukupi permintaan pangan yang meningkat seiring dengan pertambahan jumlah populasi global.

Industri kelapa sawit dan para pihak yang berada di dalamnya menghadapi tantangan terkait pengelolaan kebun sawit yang berorientasi pembangunan global jangka panjang. Sebagaimana tertuang dalam Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan (UNSDGs), kemitraan petani dan Asian Agri akan bersama-sama mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yang relevan.

Rudy menjelaskan, bersama petani mitra, Asian Agri mendukung terwujudnya pengentasan kemiskinan dan kelaparan, meningkatkan edukasi masyarakat di lingkungan petani mitranya. “Serta memberikan kesempatan yang sama bagi kaum pria dan perempuan, menjaga ketersediaan energi dengan pemanfaatan limbah menjadi energi baru terbarukan, serta memastikan pengelolaan kebun yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tandas dia. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit