infosawit

Estimasi Produksi (TAKSASI) Kelapa Sawit



Contoh bunga reseptif
Estimasi Produksi (TAKSASI) Kelapa Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Belum lama  ini muncul pertanyaan dalam timeline disalah satu media sosial favorit masyarakat, berikut pertanyaannya, “Bagaimana cara menghitung potensi produksi”. Sekilas pertanyaan tersebut demikian sederhana, padahal sejatinya tidak demikian, lantaran jawaban dari pertayaan tersebut butuh pemaparan yang mendalam, sebab harus mentabulasikan berbagai faktor, yang diantaranya faktor iklim, berkaitan dengan utamanya curah hujan, termasuk faktor penyinaran matahari, dan faktor tanah terkait dengan kedalaman solum, kemiringan lereng, tekstur dan lain sebagainya.

Supaya pembahasannya tidak berat dan melebar luas, maka pertanyaan itu akan dipersempit dan dibatasi bukan lagi “menghitung potensi produksi” melainkan “Bagaimana cara menghitung estimasi produksi”, sebab berdasarkan pandangan penulis, guna menghitung potensi produksi bukan diskusi yang mudah dan bukan konsumsi para agronomis atau pekerja di lapangan, melainkan bakal menjadi konsumsi para pengambil keputusan (manajemen). Sebab itu pembahasan artikel ini hanya akan dibatasi pada pembahasan estimasi produksi.

Nah, mari kita bahas, sekalipun menurut penulis bagian ini adalah banyak berkaitan dengan perhitungan matematika belaka, namun demikan beberapa teori dan teknisnya mesti pula dipahami.

Untuk awalan yang mesti diketahui dan angkanya harus pasti ialah:

  1. Jumlah pokok produktif dalam satu blok, tidak termasuk sisipan dan pokok abnormal. Didapatkan dari hasil sensus pokok yang biasanya digunakan dalam master data atau data base.
  2. Berat Janjang Rata-rata (BJR), didapatkan dari total berat janjang dibagi jumlah janjang, misalnya total berat janjang 4000 kg dengan jumlah janjang 200 janjang maka BJR nya adalah 20 kg. Dalam perhitungan estimasi bulan berikutnya menggunakan BJR bulan sebelumnya.
  3. Jumlah Pokok Sampel, yakni jumlah semua pokok produktif pada barisan sampel yang telah ditentukan, misalnya baris sampel dimulai dari baris ke 3 dengan kelipatan setiap 20 baris dimana pada setiap baris terdapat 27 pokok sampel dan dalam satu blok terdapat 126 baris sehingga jumlah baris sampel adalah 7 baris, maka jumlah pokok sampel adalah  7 x 27 pokok = 189 pokok
  4. Jumlah Tandan Sampel, yakni jumlah semua tandan mulai dari buah kopi sampai buah matang panen pada pokok sampel yang telah ditentukan. Sangat penting: untuk sensus 4 bulanan sebaiknya dilakukan setelah panen terakhir pada blok yang disensus, jika masih ada rotasi panen berikutnya maka buah yang sudah membrondol tidak dihitung karena akan dipanen pada rotasi selanjutnya. Dalam konteks ini kita umpamakan terdapat 945 janjang.
  5. Janjang per Pokok, yakni jumlah semua janjang yang dihitung dibagi dengan jumlah pokok sampel, dari penjelasan di atas 945 : 189 = 5 janjang per pokok.
  6. Buah kopi, yakni janjang yang paling muda (seperti biji kopi) yang dihitung sebagai sampel. Lihat gambar.
  7. Bunga cengkeh, masih berbentuk bunga sehingga tidak masuk dalam hitungan sensus produksi 4 bulanan. Bunga ini masih berpeluang untuk aborsi, maka perlakukanlah dia dengan penuh perhatian dan kasih sayang.
  8. Buah merah (ini sedikit sulit sebab ada buah yang tidak merah) yakni buah mengkal yang dalam waktu dekat siap panen.  

(Marlon Sitanggang/Head Divisi Agronomi PT USTP)

 

Lebih lengkpa baca Majalah InfoSAWIT Edisi Juni  2018

Baca di : http://store.infosawit.com/

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit