infosawit

Ketahanan Industri Sawit Tinggi Walau Dimasa Pandemi



Ketahanan Industri Sawit Tinggi Walau Dimasa Pandemi

InfoSAWIT - Dampak pandemi covid 19 secara signifikan telah mengakibatkan terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia. merujuk data Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS) hingga triwulan ke-3 tahun 2020, PDB Indonesia terkoreksi negatif 3,49% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Namun sektor pertanian hingga saat ini justru tumbuh positif 2,15% dibandingkan sektor lainnya dan komoditas kelapa sawit menjadi salah satu penyumbang angka positif pada PDB pertanian di triwulan ke-3 tahun 2020.

Komoditas kelapa sawit berkontribusi cukup besar sebagai sumber devisa. Saat ini kelapa sawit berada pada peringkat pertama kontribusinya sebagai penyumbang devisa negara dari sektor pertanian. Masih mengacu pada data BPS, hingga triwulan ke-3 tahun 2020, ekspor kelapa sawit Indonesia tercatat sebanyak 25,28 juta ton atau senilai Rp. 195,39 triliun.

Nilai ekspor tersebut tercatat meningkat 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Dari volume ekspor tersebut, 56% lebih kelapa sawit diekspor dalam bentuk produk hilir seperti refined, oleochemical, lauric, biodiesel, dan lain-lain.

Dalam sambutannya pada acara Hari Sawit Nasional, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, yang dibacakan oleh Dirjen Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono, mengakui tantangan pengembangan kelapa sawit nasional kedepan tidak hanya persoalan produktivitas kelapa sawit rakyat, tetapi juga jaminan pasokan benih-benih yang unggul, berkualitas dan bersertifikat serta menjaga konsistensi kuantitas, kualitas dan kontinuitas.

“Juga menjadi pekerjaan rumah kita terkait pemantapan standarisasi ISPO yang tentunya banyak menjadi sorotan dunia dalam pemenuhan aspek-aspek sustainable dan lingkungan,” catat Syahrul.

Selain itu diperlukan upaya-upaya khusus ditengah kondisi pandemi ini terkait peningkatan akses pasar, nilai tambah, rantai pasok, saluran distribusi dan dinamika harga dunia. Syahrul mengharapkan, kedepan pembangunan sawit Indonesia tetap pada koridor pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan dari sub sistem hulu sampai sub sistem hilir, utamanya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Saat ini luas areal perkebunan kelapa sawit Indonesia disepakati mencapai 16,3 juta hektar dengan produktivitas rata-rata sekitar 3-4 ton per hektar/tahun, hal tersebut menjadikan komoditas kelapa sawit satu-satunya komoditas yang lebih efisien dalam penanamannya dibandingkan komoditas minyak nabati lainnya seperti minyak bunga matahari, minyak kedelai, repeseed, dan lain-lain.

Sebab itu, catat Syahrul, terkait peningkatan produksi dan produktivitas kelapa sawit terus difasilitasi dengan pemanfaatan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) melalui kegiatan replanting kelapa sawit rakyat yang telah dimulai semenjak 2016 lalu, dengan menyasar kebun-kebun sawit rakyat dengan tanaman tua, produktivitas rendah, dan sudah waktunya di remajakan. (T2)

Terbit di Majalah InfoSAWIT Edisi Desember 2020

Baca di: http://store.infosawit.com/


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit