infosawit

Strategi Menambah Luasan dan Anggota BersertifIkat Berkelanjutan



Strategi Menambah Luasan dan Anggota BersertifIkat Berkelanjutan

InfoSAWIT - Merujuk data dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian tahun 2020, luas total perkebunan sawit di Indonesia mencapai 16,38 juta hektar. Dari luasan tersebut, pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia saat ini sekitar 53% dikelola oleh perusahaan perkebunan swasta besar, 6% dikelola oleh perusahaan perkebunan negara dan sisanya atau sebanyak 41% dikelola oleh petani kelapa sawit termasuk petani sawit swadaya.

Sedangkan jumlah petani kelapa sawit di Indonesia  diperkirakan terdapat sekitar 2,67 juta kepala keluarga. Menurut data Forum Petani Sawit Berkelanjutan (Fortasbi) mencatat, jumlah petani sawit swadaya yang ada di Indonesia tersebut, baru sebanyak 4.379 petani sawit swadaya yang tersertifikasi dengan luas lahan yang tersertifikasi 11.917 hektar.

Hingga tahun 2020, terdapat 29 organisasi petani swadaya berupa Kelompok Tani, KUD, maupun Asosiasi di Sumatra dan Kalimantan yang anggotanya bersertifikat RSPO. Saat ini skim sertifikasi untuk petani yang diikuti oleh petani sawit swadaya di Indonesia adalah Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)  dan International Sustainable Carbon Certification (ISCC).

Setiap skim sertifikasi menuntut syarat dan karakteristik tertentu yang harus dipenuhi supaya petani memperoleh sertifikat tersebut, termasuk di dalamnya ketentuan jumlah anggota maupun luasan. Dengan demikian strategi penambahan luasan dan anggota baru ini pun memerlukan konsultasi dengan lembaga sertifikasi.

Dari data Fortasbi diatas, jumlah petani sawit swadaya yang sudah mengikuti sertifikasi baru sekitar 0,16% dari total seluruh petani kelapa sawit. Di satu sisi bagi petani sawit swadaya, selisih yang begitu besar ini tentu saja mengundang petani yang belum tersertifikasi untuk mengikuti proses sertifikasi dan menikmati manfaat dari sertifikasi.

Di sisi yang lain, bagi organisasi petani swadaya yang sudah tersertifikasi, data ini menjadi dasar untuk menambah anggota baru dan luasan sehingga organisasi yang dikelola menjadi besar dan semakin banyak petani yang tergabung untuk mendapat manfaat. (Grup Manajer Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri  & Anggota Gugus Tugas Interpretasi Nasional Standar Petani Swadaya RSPO 2019/YB. Zainanto Hari Widodo)

Majalah InfoSAWIT Edisi Desember 2020

baca di: http://store.infosawit.com/


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit