infosawit

Tiga perusahaan sawit Dianggap Bertanggung Jawab Terhadap 23% Deforestasi



Tiga perusahaan sawit Dianggap Bertanggung Jawab Terhadap 23% Deforestasi

InfoSAWIT, JAKARTA - Merujuk laporan Chain Reaction Research (CRR), terdapat 3 perusahaan bertanggung jawab atas 23% dari pengamatan deforestasi pada konsesi kelapa sawit di Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini dan terhubung ke rantai pasokan perusahaan besar yang telah berkomitmen nol-deforestasipada tahun 2020.

Perusahaan milik keluarga Sulaidy, Mulia Sawit Agro Lestari Group , dan Grup Jhonlin telah berada dalam kategori sepuluh besar deforestasi yang dirilis CRR pada tahun 2019 dan 2018 dan menebangi 26.090 hektar (ha), 9.226 ha, dan 11.857 ha selama periode tersebut (masing-masing 13%, 5%, dan 6% dari total deforestasi) .

Perusahaan milik pengusaha Indonesi, Sulaidy menduduki puncak daftar untuk tahun 2020 dengan 6.390 ha deforestasi, hampir 17% dari total deforestasi yang diamati pada tahun 2020. Perusahaan milik Sulaidy juga menempati peringkat terburuk dalam hal hektar yang terdeforestasi pada 2019 dan 2018.

Ketiga perusahaan ini dan perusahaan lainnya yang masuk dalam daftar sepuluh besar memasok perusahaan barang konsumen internasional seperti Unilever, Danone, Nestlé, dan lainnya yang memiliki komitmen nol deforestasi.

Peneliti lapangan CRR juga menyaksikan para pekerja di perkebunan PT Palmdale Agrosia Lestari milik Sulaidy menjual tandan buah segar (TBS) sawit ke pabrik perusahaan pemasok yang telah berkomitmen menghindari deforestasi pada awal tahun 2020.

Dalam rilis resmi yang diterima InfoSAWIT, CRR juga mencatat selama tahun 2020 tingkat deforestasi pada konsesi sawit berkurang 58% dibandingkan 2019. Analisis CRR menyimpulkan bahwa dampak pandemi COVID-19 menjadi penyebab penurunan ini. Hanya saja meningkatnya permintaan domestik dan kenaikan harga minyak sawit bisa mengakibatkan peningkatan pembangunan lahan sawit pada tahun 2021.

Manajer Program Sumber Daya Berkelanjutan Aidenvironment, Christopher Wiggs, yang juga bagian dari CRR, menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan ini memiliki rekam jejak deforestasi yang terdokumentasi yang kemungkinan besar akan terus berlanjut di masa depan kecuali ada perubahan.

“Perusahaan-perusahaan ini diketahui telah berpartisipasi dalam deforestasi selama bertahun-tahun yang melanggar komitmen NDPE. Deforestasi di industri kelapa sawit sangat terkonsentrasi di tiga perusahaan yang bertanggung jawab atas hampir seperempat deforestasi sejak 2018, dan sepuluh perusahaan bertanggung jawab atas 58% deforestasi pada tahun 2020 saja,” tandas dia. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit