infosawit

TSC Ajak Para Pembuat Kebijakan Guna Mengatasi Dampak Perubahan Iklim



TSC Ajak Para Pembuat Kebijakan Guna Mengatasi Dampak Perubahan Iklim

InfoSAWIT, JAKARTA - Diskusi antara panelis ahli dari instansi pemerintah, korporasi, lembaga keuangan dan investasi, serta himpunan asosiasi lingkungan hidup seputar aksi iklim menjadi sorotan utama Temasek Shophouse Conversations (TSC) yang diselenggarakan oleh Temasek Foundation, hari ini.

Acara virtual yang dihadiri sekitar 1,000 peserta ini merupakan bagian dari rangkaian acara untuk mengajak para pemimpin di sektor publik, swasta dan komunitas bersama-sama mendiskusikan kolaborasi multi-sektor dan mendorong aksi untuk menjawab tantangan sosial dan lingkungan hidup demi meraih tujuan bersama, baik di kawasan maupun di dunia. 

Acara yang bertajuk “Climate Action” dan bertema “Leadership in a Sustainability Journey” ini menampilkan sesi-sesi utama dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Desmond Lee.

Chief Executive Officer, Temasek Foundation, Mr Ng Boon Heong, mengatakan, perubahan iklim adalah ancaman yang masih terus menimpa manusia dan membutuhkan respon bersama dan berkelanjutan dari semua sektor. Kerjasama dan kemitraan lokal maupun global sangat penting untuk menangani hal ini. Negara-negara akan mendapatkan banyak manfaat dari saling bertukar pembelajaran dan praktik terbaik saat mereka bergerak maju menuju keberlanjutan.

“Temasek Shophouse Conversations menegaskan pentingnya aksi iklim yang lebih kuat dari berbagai sudut pandang dalam konteks lokal dan dunia. Platform ini menargetkan untuk saling bertukar gagasan dan menciptakan kesadaran yang lebih besar akan upaya terhadap lingkungan yang dilakukan baik di wilayah maupun di dunia. Kami yakin ini akan menginspirasi peserta untuk mengambil tindakan sesuai dengan kapasitas mereka,” katanya dalam acara Temasek Shophouse Conversations: Climate Action, Jumat (9/4/2021) yang dihadiri InfoSAWIT.

Asia Tenggara adalah salah satu wilayah yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Jika dibiarkan, perubahan iklim tidak hanya memberikan efek lingkungan yang tidak bisa diperbaiki, namun juga dampak ekonomi yang sangat merugikan. Asian Development Bank (ADB) memperkirakan Asia Tenggara bisa mengalami kerugian yang lebih besar dari wilayah-wilayah lain di dunia, yang bisa menggerus 11% Produk Domestik Bruto wilayah hingga akhir abad ini karena sektor-sektor kunci seperti pertanian, pariwisata, dan perikanan – bersama dengan kesehatan manusia dan produktivitas tenaga kerja yang menjadi korbannya .

Pada acara ini juga akan menampilkan peluncuran buku Steering a Middle Course: From Activist to Secretary General of Golkar karya Bapak Sarwono Kusumaatmadja, Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia

Buku yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh ISEAS Publishing ini menggali kehidupan Pak Sarwono dari masa mudanya sebagai aktivis, hingga saat beliau memasuki dunia politik dan berpengaruh dalam perubahan dan reformasi tata kelola dalam administrasi publik dan lingkungan hidup. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit