infosawit

Strategi Menambah Anggota Koperasi Untuk Praktik Minyak Sawit Berkelanjutan



Anggota Tim Audit Internal APKSM, Erig Simorangkir, melaporkan data produksi yang meningkat.
Strategi Menambah Anggota Koperasi Untuk Praktik Minyak Sawit Berkelanjutan

InfoSAWIT, JAKARTA - Pada tulisan sebelumnya telah dibahas mengenai tujuan penambahan anggota dan luasan, sebagai upaya dalam memenuhi skim sertifikasi minyak sawit berkelanjutan. Penambahan anggota dan luasan juga faktanya berdampak positif bagi organisasi supaya bisa berkembang dan kuat, lantaran adanya tambahan Sumber Daya Manusia (SDM) dari anggota baru. (baca https://www.infosawit.com/news/10648/strategi-menambah-luasan-dan-anggota-bersertifikat-berkelanjutan).

Sebab itu, agar organisasi petani sawit swadaya dapat menambah anggota baru dan luasan lahan yang tersertifikasi, terdapat beberapa langkah strategi yang dapat dilakukan diantaranya:

 

Pendekatan Yurisdiksi

Organisasi petani swadaya secara administrasi berada di dalam wilayah tertentu yakni desa, kecamatan, kabupaten. Kerjasama dan komunikasi yang baik antara organisasi petani swadaya dengan pejabat wilayah mutlak diperlukan. Selain dalam ranah legalitas organisasi, kelengkapan administrasi organisasi membutuhkan legalisasi pejabat wilayah tersebut diantaranya: surat keputusan pembentukan kelompok tani, izin domisili organisasi, ijin sosialisasi, STDB, SPPL. Selain itu pejabat wilayah sebagai penguasa wilayah dapat menggerakkan warga masyarakat untuk mengikuti program sertifikasi melalui organisasi petani swadaya. Pejabat wilayah dan organisasi memiliki visi yang sama yaitu menginginkan kesejahteraan dan kemajuan warga salah satunya dengan mengikuti program sertifikasi.

 

Membuat Master Plan Pengembangan Anggota dan Luasan

Master Plan ini merupakan peta potensi pengembangan yang dibuat dengan beberapa pertimbangan misalnya jarak sasaran pengembangan anggota dengan pusat organisasi.  Prioritas utama adalah desa di sekitar organisasi maupun  desa-desa di sekitar kecamatan dimana organisasi berada. Pertimbangan jarak ini penting untuk dapat melakukan koordinasi dan pengelolaan organisasi secara efektif. Pertimbangan berikutnya potensi SDM yang ada di desa sekitar misalnya potensi organisasi kelompok tani di desa sekitar yang sudah aktif namun belum mengikuti sertifikasi. Dengan SDM di tempat sasaran sudah kuat maka kemungkinan untuk tertarik lebih kuat.

Selain itu pertimbangan komunikasi dengan pejabat wilayah setempat juga menjadi prioritas. Untuk itu komunikasi dengan pejabat wilayah secara awal untuk memperkenalkan program sertifikasi serta organisasi petani swadaya mutlak diperlukan lebih dulu sehingga pejabat wilayah turut membantu memperkenalkan program dan organisasi.

Tak kurang pentingnya adalah pendekatan kepada tokoh masyarakat yang dianggap mampu untuk mengajak petani yang belum mengikuti sertifikasi untuk bergabung dalam lembaga. Isi dari master plan berupa peta desa, luasan lahan yang belum tersertifikasi dan lahan yang tidak masuk dalam kawasan konservasi, potensi petani, potensi kelompok tani yang ada dan nama tokoh-tokoh yang bisa menjadi titik masuk memperkenalkan organisasi. (YB. Zainanto Hari Widodo /Grup Manajer Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri  & Anggota Gugus Tugas Interpretasi Nasional Standar Petani Swadaya RSPO 2019)

Baca selengkapnya di majalah InfoSAWIT Edisi Januari 2021

http://store.infosawit.com


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit