infosawit

Minyak Sawit Di 2021: Tetap Kinclong, Tapi Waspada!



Minyak Sawit Di 2021: Tetap Kinclong, Tapi Waspada!

InfoSAWIT - Pada tahun 2021, impor minyak sawit dari negara tujuan utama diperkirakan akan sedikit meningkat dimulai pada akhir 2020, kecuali untuk tujuan Uni Eropa. Merujuk analisa Refinitive Agriculture Research, Singapura. Kegiatan ekonomi di negara tujuan utama minyak sawit pulih lebih cepat dari perkiraan, berkat dimulainya kembali kegiatan bisnis dan dukungan kebijakan keuangan. Permintaan minyak sawit dari India dan China diperkirakan akan tumbuh pada tahun 2021.

Impor minyak sawit India diperkirakan akan melonjak 4,8% menjadi 8,7 juta ton, didorong oleh pemulihan bertahap dalam permintaan dan rendahnya persediaan. Akan ada kegiatan pemenuhan stok dan permintaan minyak sawit yang lebih tinggi dari pembeli curah di sektor HORECA (Hotel / Restoran / Kafe) setelah permintaan yang lebih lambat dalam rentang beberapa bulan akibat kebijakan penutupan (lockdown) untuk memutus pandemi Covid-19.

Ditambah, pemerintah India juga telah menurunkan bea masuk impor minyak sawit semenjak akhir November 2020 lalu. Dimana bea impor minyak sawit sebelumnya dipatok  37,5% menjadi 27,5%, sementara bea impor untuk minyak nabati lain tetap dipatok 35%.

Dengan adanya perubahan kebijakan tersebut potensi impor minyak sawit ke India berpotensi meningkat, merujuk Solvent Extractors’ Association of India, selama periode November 2019 – Oktober 2020, impor minyak sawit (RBD Palmolein, CPO, dan CPKO) India mencapai 7,22 juta ton.

Setelah terbitnya perubahan kebijakan Bea impor India, diperkirakan impor minyak sawit ke negara tersebit meningkat menjadi 8,40 juta ton sampai 9 juta ton, atau meningkat sekitar 20% pada periode 2020-2021. Proyeksi ini lebih tinggi 1 juta ton bila pemerintah India tidak menurunan presentasi Bea Impor minyak sawitnya.

Diungkapkan, Direktur Eksekutif Solvent Extractors’ Association of India, B.V. Mehta, ini terjadi lantaran konsumsi per kapita minyak nabati di India terus menunjukkan fluktuasi, jika saja peningkatan itu sekitar 2% setiap tahunnya maka pada periode 2018-2019 konsumsi per kapita minyak nabati di India mencapai 17,46 Kg/kapita, namun lantaran ada Covid -19 maka konsumsi minyak nabati per kapita pada peridoe 2019-2020 mengalami penurunan menjadi sekitar 15,99 Kg/kapita, tapi pada periode 2020-2021 diprediksi mulai menunjukkan peningkatan menjadi sejumlah 16,21 kg/kapita. (T2)

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT Edisi Januari 2021

Http://store.infosawit.com/

Https://www.infosawit.com/news/

 


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit