infosawit

Ini Penyebab Kondisi Iklim yang Merusak Produksi Kebun Sawit



Ini Penyebab Kondisi Iklim yang Merusak Produksi Kebun Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA – Seperti apa kondisi climate (iklim) apa yang berdampak negatif terhadap perkebunan kelapa sawit sehingga dapat menyebabkan kegagalan panen secara masal? Menurut Periset PPKS, Hasril, bila tidak terjadi hujan selama 20 hari berturut-turut atau kebun sawit terendam air selama kurun waktu 20 hari atau lebih, dapat menyebabkan kegagalan panen kendati tidak sampai 100%.

Demikian diungkapkan Hasril menjawab pertanyaan redaksi InfoSAWIT, melalui chat Zoom. Menurut Hasril, pengelolaan perkebunan kelapa sawit harus senantiasa memperhatikan keberadaan curah hujan dan terik matahari. Lantaran proses pembentukan bunga dan buah dari pohon kelapa sawit, sangat membutuhkan iklim sebagai penopangnya.

Menanggapi narasi pembicara Bincang Bareng GAPKI, Selasa (04/05/2021), lontaran pertanyaan diajukan dari peserta perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Provinsi Kalimantan Selatan. Menurutnya, keberadaan perkebunan kelapa sawit perusahaannya sering terendam air hingga kedalaman sekitar 40-50cm, dimana hampir seluruh areal perkebunan kelapa sawit milik perusahaan terendam air.

Sebagai contoh, kejadian akhir 2020 silam sampai bulan Maret 2021 lalu, perkebunan kelapa sawit terendam air dan baru surut ada akhir Maret 2021 lalu. Kendati masih bisa dipanen menggunakan perahu dan sekoci kecil, namun pengelolaan perkebunan kelapa sawit menjadi sangat sulit dan menguras banyak tenaga.

Menurut Hasril, perlu dilakukan peninjauan lokasi secara langsung, supaya analisa yang dilakukan bisa secara khusus dan akan membantu pengelolaan perusahaan perkebunan kelapa sawit milik perusahaan di masa depan. “Jika menggunakan asumsi-asumsi umum yang telah saya paparkan, agak sulit untuk menjelaskan solusi yang dapat dilakuka pihak perusahaan”, ujarnya menjelaskan. (T1)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit