infosawit

Terapkan Praktik Sawit Berkelanjutan, SSMS Gandeng Petani Swadaya



Terapkan Praktik Sawit Berkelanjutan, SSMS Gandeng Petani Swadaya

InfoSAWIT, JAKARTA - Selain mendukung perlindungan satwa langka, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., (SSMS) juga mengajak masyarakat disekitar untuk melakukan pengelolaan kebun sawit secara berkelanjutan. Dengan kemitraan tersebut, upaya mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan bukan hanya sekadar mimpi, dan perkebunan kelapa sawit bukan lagi menjadi komoditas yang kerap menghadapi tudingan negatif, lantaran faktanya di lapangan selain bermanfaat bagi masyarakat juga secara bersamaan mampu melindungi lingkungan dan satwa dilindungi.

Seperti yang dilakukan perusahaan lewat kemitraan dengan petani kelapa sawit swadaya. Perusahaan bahkan mendukung Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) untuk memperoleh Sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). APKSM menerapkan praktik sawit berkelanjutan sesuai P&C RSPO beberapa tahun silam dan berhasil mendapatkan sertifikat kelapa sawit berkelanjutan RSPO di tahun 2019, menjadi harapan baru bagi asosiasi.

Sebelumnya program itu telah dimulai semenjak tahun 2017 lalu, pihak SSMS telah mulai menyiapkan program sertifikasi pekebun swadaya dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan pekebun melalui peningkatan kualitas dan produksi TBS. Sehingga pada akhirnya, program ini mampu memberikan kesejahteraan yang berkelanjutan kepada para pekebun sawit dan pemberdayaan pekebun sawit dalam mengelola kebun kelapa sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Program tercatat memiliki target khusus bagi pekebun swadaya dan program ini terintegrasi menjadi sistem perkebunan sawit yang berkelanjutan hingga rantai pasoknya. Kata Direktur Utama PT SSMS TB., Vallauthan Subraminam, sedikitnya ada enam tujuan yang ingin dicapai dalam program tersebut, pertama, meningkatkan produktivitas kebun dan pendapatan pekebun swadaya sesuai dengan prinsip berkelanjutan dan praktik perkebunan terbaik.

Kedua, status dan legalitas lahan pekebun swadaya bisa clean and clear. Ketiga, meningkatkan akses pasar pekebun swadaya antara lembaga organisasi pekebun swadaya, pabrik kelapa sawit dan rantai pasok. Keempat, pemberdayaan dan peningkatan kualitas lembaga organisasi pekebun swadaya serta dapat menciptakan alternatif sumber pendapatan lain bagi lembaga dan anggota.

Kelima, menyebarluaskan dampak positif adanya sertifikasi perkebunan sawit berkelanjutan bagi pekebun swadaya. Serta keenam, program replanting bagi pekebun swadaya. “Perusahaan bersedia membantu program replanting dan menjamin bibit yang berkualitas serta teknis perkebunan sawit sesuai praktik perkebunan terbaik,” katanya. (T2)

Terbit pada Majalaha InfoSAWIT Edisi Februari 2021

Baca di: Http://store.infosawit.com/


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit