infosawit

Petani Sawit Swadaya Peduli Korban Bencana Sulawesi Barat



Petani Sawit Swadaya Peduli Korban Bencana Sulawesi Barat

InfoSAWIT, JAKARTA - Sosok Nursari adalah pekebun swadaya anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM), yang berlokasi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Bagi Nursari, dunia semula yang dikenalnya adalah perkebunan kelapa sawit dengan beragam macam aktivitas pekerjaan di dalamnya.

Dimulai dari kegiatan panen, menjual Tandan Buah Segar (TBS) sawit hasil panen, merawat tanaman dan lahan sawit yang dimilikinya, menjadi rutinitas keseharian yang dilakukannya secara berulang ibarat sungai yang mengalir sesuai jalur alam yang disediakan.

Lantas, hidup Nursani pun mulai mengalami perubahan semenjak ia dan pekebun sawit lainnya mengikuti kegiatan sertifikasi minyak sawit berkelanjutan. Ibarat sungai yang kini memiliki jalur baru yang tidak hanya mengalir sesuai jalur yang telah disediakan alam. Beragam kegiatan baru dan pelatihan menjadi tambahan wawasan baginya dalam membudidayakan perkebunan kelapa sawit.

Kegiatan itu berupa pelatihan praktik berkebun terbaik (good agricultural practices), pelatihan pencatatan produksi,  dan pelatihan mengenai hak-hak pekerja, merupakan sedikit contoh dari sekian materi pelatihan untuk pekebun sawit swadaya yang ia ikuti, sebagai konsekuensi pilihan selama menjadi anggota di dalam organisasi pekebun sawit swadaya yang bersertifikat berkelanjutan (sustainable).

Tidak hanya wawasan teori, melalui organisasi pekebun sawit swadaya yang menjadi tempat belajarnya, ia pun mulai terhubung dengan pekebun sawit swadaya dari desa-desa yang lain. Kondisi demikian justru semakin memperluas pergaulan dan wawasan mengenai dunia yang biasa ia lakoni dalam berkebun kelapa sawit.

Bahkan tidak cukup hanya  disitu, dengan adanya Program “Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi) Berbagi”,  membuat dunia Nursani menjadi semakin bertambah luas. Ia tidak hanya sebatas berpikir soal dunia sawit dan lingkup organisasinya lagi,  tetapi terus meluas dan terlibat di dalam bela rasa kemanusiaan, bersama kawan-kawan pekebun sawit swadaya se-Indonesia.

Sebelumnya pada 21 Januari 2021 lalu, muncul diskusi dalam pembicaraan di grup WhatsApp Fortasbi menanggapi berbagai bencana alam di beberapa tempat di Indonesia yang terjadi pada awal tahun ini.  Sekadar catatan, saat ini, terdapat 33 grup pekebun sawit swadaya yang tersebar di pulau Sumatera dan Kalimantan yang menjadi anggota organisasi Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi).

Dalam diskusi grup yang beranggotakan 77 orang pengurus dari grup pekebun sawit swadaya se-Indonesia menyepakati adanya pemberian donasi dari seluruh grup pekebun sawit swadaya anggota Fortasbi,dikatakan Senior Advisor Fortasbi, Rukaiyah Rafik, gerakan kemanusiaan pekebun sawit swadaya ini merupakan bentuk kepedulian pekebun sawit swadaya yang telah menerima sertifikat minyak sawit berkelanjutan, kepada para korban bencana yang sangat membutuhkan. Jika biasanya pekebun sawit swadaya hanya berbagi dengan sesama petani yang kesulitan,  kini pekebun sawit swadaya mulai membagi dengan masyarakat yang lebih luas.

Lebih lanjut,  tutur Uki, program ini diharapkan bisa menjadi program tahunan dari seluruh grup pekebun sawit swadaya guna mengalokasikan sebagian dana sertifikasi dari penjualan sertifikat minyak sawit berkelanjutan secara kredit, untuk disatukan dalam program “Fortasbi Peduli”.

Tepatnya pada Senin, 1 Februari 2021 lalu, ketika batas waktu pengumpulan donasi ditutup, terkumpul dana sumbangan dari anggota Forstasbi sebanyak Rp 23.900.000. Sasaran penyaluran bantuan tersebut adalah untuk korban gempa di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. (YB. Zainanto Hari Widodo / Grup Manajer Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM)  &  Anggota Fortasbi - Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia)

Terbit pada majalah InfoSAWIT Edisi Februari 2021

http://store.infosawit.com


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit