infosawit

Harga CPO Tinggi, Dongkrak Laba Bersih Cisadane Sawit Raya Diatas 20%



Harga CPO Tinggi, Dongkrak Laba Bersih Cisadane Sawit Raya Diatas 20%

InfoSAWIT, JAKARTA – Merujuk laporan  PT Cisadane Sawit Raya Tbk., (CSRA), lantaran harga jual rata-rata (ASP) yang lebih tinggi, telah mendongkrak pendapatan pada kuartal I-2021. Selain itu, Perusahaan juga telah membukukan produksi TBS internal yang lebih tinggi sebagai hasil dari strategi peningkatan operasional yang efektif.

Masih merujuk laporan perusahaan, profitabilitas meningkat dengan margin yang sehat, buktinya perusahaan berhasil mencetak Laba bersih untuk periode Q1 2021 sebesar Rp 41,38 miliar lebih dari 20% dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 32,50 miliar. Hal ini, pada gilirannya, telah menghasilkan ekspansi marjin bersih ke level 23,5%.

Sementara itu sampai tanggal 31 Maret 2021, posisi aset CSRA berada di Rp 1,41 triliun, sedikit lebih tinggi dari posisi 31 Desember 2020 di Rp1,39 triliun. Sementara itu, total liabilitas perusahaan di Q1 2021 sebesar Rp 795,18 miliar dibandingkan dengan Rp 826,29 miliar pada akhir tahun 2020. Lantas untuk Net Debt/Equity selama Q1 2021 berada pada level 1,24x, lebih rendah dari level 2020 di 1,45x.

Namun demikian, secara umum, CSRA menunjukkan pertumbuhan top-line yang kuat di sepanjang kuartal yang berakhir pada 31 Maret 2021 ini. Pendapatan penjualan Q1 2021 meningkat 20,8% menjadi Rp 175,9 miliar dibandingkan Rp 145,6 miliar di periode yang sama di tahun 2020.

Berlanjut dari kuartal sebelumnya, tren positif penjualan FY21 ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan harga jual rata-rata yang sejalan dengan pulihnya harga jual komoditas kelapa sawit, yang dapat dilihat dari kenaikan harga ASP CPO dan harga jual TBS yang meningkat sekitar dari tahun ke tahun secara respektif.

“Peningkatan penjualan selama periode ini juga dipengaruhi oleh konsistensi perusahaan dalam menjaga fokus produktivitas yang solid dan operasi yang efisien, sejalan dengan komitmen pengembangan berkelanjutan. Hasilnya, volume produksi berhasil tumbuh 3,0% YoY dan yield produksi TBS tetap terjaga di kisaran 19,3 ton/ha,” catat pihak perusahaan dari rilis yang diterima InfoSAWIT.

Dengan profil usia perkebunan yang tergolong ideal, mayoritas berada pada usia produksi prima yaitu di bawah 18 tahun, perusahaan melihat tren pertumbuhan produksi yang positif secara jangka panjang. Semua ini sejalan dengan strategi CSRA untuk terus memberi pijakan yang kokoh demi pertumbuhan jangka panjang bisnis perusahaan.(T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit