infosawit

Indonesia Meminta Uni Eropa Tidak Diskriminatif Terhadap Minyak Sawit



Foto Dok. Antara
Indonesia Meminta Uni Eropa Tidak Diskriminatif Terhadap Minyak Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA – Guna mempercepat pemulihan ekonomi dari dampak pandemi, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kembali meminta Uni Eropa (EU) agar tidak diskriminatif terhadap produk minyak kelapa sawit Indonesia.

Kata dia, dalam upaya mendorong kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak, pemerintah Indonesia berkomitmen menghasilkan kelapa sawit secara berkelanjutan dan terus memperkuat sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). “Dalam pertemuan saya sampaikan, dibutuhkan kerja sama ekonomi dan perdagangan yang adil, tidak diskriminatif, dan terbuka guna percepatan pemulihan ekonomi,” tutur dia dalam pernyataan pers virtual, Rabu (2/6/2021), di Jakarta.

Sebelumnya, kerjasam dagang Indonesia-EU diwarnai perselisihan soal minyak kelapa sawit pada 2019, Paska Uni Erope menyepakati kebijakan Renewable Energy Directive II (RED II) dan Delegated Regulation, yang bertujuan menghapus minyak sawit dari program biofuel Uni Eropa pada 2030 mendatang.

Namun Demikian diungkapkan, Perwakilan Tinggi EU Untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Josep Borrell, pihaknya tidak melakukan pelarangan impor minyak sawit di Eropa. Bahkan kata dia, selama 2020 lalu impor minyak sawit di Eropa meningkat sebesar 26%. “ Tidak ada larangan, hanya masalah keberlanjutan yang harus diselesaikan secara bersama,” kata Josep Borrell.

Lebih lanjut tutur Josep Borrell, pihaknya akan membuka pintu kerjasama guna mencari solusi atas masalah tersebut. “Saya menyadari pentingnya kelapa sawit untuk industri dan masyarakat Indonesia, serta untuk upaya pengentasan kemiskinan, sebab itu harus segera dicarikan solusi yang dapat memperhatikan misi keberlanjutan dan pembangunan tersebut,” tandas Borrell. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit