infosawit

Kasus Ganti Rugi Lahan oleh PT Aek Tarum Dianggap Belum Rampung



Kasus Ganti Rugi Lahan oleh PT Aek Tarum Dianggap Belum Rampung

InfoSAWIT, OGAN KOMERING ILIR – Merujuk surat Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan, mencatat bahwa sesuai Surat Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan Nomor: 593/0826/DLHP/B.IV/2021 tanggal 18 Mei 2021 perihal Ganti Rugi Lahan atas nama A. Roni terhadap PT. Aek Tarum mencatat, permasalahan tuntutan ganti rugi atas lahan 500 hektar oleh H. Abu Roni (alm) terhadap PT. Aek Tarum telah dimediasi sejak tahun 2000-an.

Lantas, PT. Aek Tarum telah melaksanakan ganti rugi kepada 1.190 KK dengan nilai Rp.1.176.000.000  pada  tanggal 3 September 2002, ini sesuai surat PT. Aek Tarum Nomor:  011/AT/KGM/ 111/2021  tanggal 28 Maret 2021.

Namun demikian, pada tahun 2014 tuntutan ganti rugi oleh H. Abu Roni (alm) terhadap PT. Aek Tarum muncul kembali. Hamsah A. Hamid menyatakan bahwa memang benar lahan H. Abu Roni seluas 500 hektar dimana 250 hektarnya telah terjual  kepada PT. Aek Tarum, namun 250  hektarnya  belum pernah terjual dengan  pihak manapun, serta mampertanyakan sisa ganti rugi atas lahan seluas 250 hektar tersebut, ini sesuai surat tanggal 13 Februari 2014.

Dalam surat yang diterima InfoSAWIT tersebut pihak PT. Aek Tarum menyatakan kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Komering llir, bahwa untuk kasus tersebut menginginkan penyelesaian permasalahan melalui jalur hukum.

Catat Pemkab Ogan Komering Ilir, sejak tahun 2014 hingga 2021 permasalahan tuntutan ganti rugi oleh H. Abu Roni (alm) terhadap PT. Aek Tarum, dengan pihak pengadu dari keluarga H. Abu Roni (alm) yaitu Hamsah A. Hamid dan A. Roni dapat dinyatakan belum selesai. “Saat ini sedang difasilitasi penyelesaian permasalahan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan,” catat surat dari Pemkab Ogan Komering Ilir tersebut.

Sementara berdasarkan daftar kasus pertanahan yang ada terkait PT. Aek Tarum, pihak perusahaan selalu menginginkan penyelesaian masalah ditempuh melalui jalur hukum. Pihak Pemkab Ogan Komering Ilir pun menilai bahwa PT. Aek Tarum kurang kooperatif dalam menanggapi beberapa klaim masyarakat. Adapun permasalahan tersebut diantaranya, pertama, tuntutan ganti rugi seluas 48 hektar di blok 18 kebun inti PT. Aek Tarum Kebun Belida yang diklaim oleh Alpisah dkk.

Serta tuntutan kompensasi lahan seluas 700 hektar yang diklaim oleh Kelompok Masyarakat Desa Mataram Jaya Kecamatan Mesuji Raya, demikian akhir bunyi surat dari Pemkab Ogan Komering Ilir yang ditandantangai Sekretaris Daerah, H.Husin, mewakili Bupati Bupati Ogan Komering Ilir, tanggal 14 Juni 2021 lalu. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit