infosawit

Menggapai Manfaat Berlipat Sawit Berkelanjutan



Menggapai Manfaat Berlipat Sawit Berkelanjutan

InfoSAWIT, JAKARTA - Bagi pelaku perkebunan kelapa sawit di Indonesia, adanya upaya pengelolaan sektor perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan disambut baik, bahkan regulasi mandatori terkait penerapan praktik sawit berkelanjutan pun dipatuhi pelaku usaha.

Dikatakan Wakil Ketua Kaukus Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia, Fadhil Hasan, adanya regulasi New Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44 Tahun 2020, menjadi bukti keseriusan pemerintah Indonesia untuk menjamin aspek legalitas, keberlanjutan, dan transparansi biomassa kelapa sawit Indonesia.

Sertifikasi New ISPO bersifat mandatori (wajib), tidak saja bagi perusahaan perkebunan, tetapi juga pekebun plasma dan swadaya. Lebih lanjut tutur Fadhil, upaya pengelolaan sektor kelapa sawit secara berkelanjutan pun diperkuat dengan kebijakan Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB), dimana pada kebijakan ini memuat 4 point pokok, diantaranya pertama, mendukung, pengembangan data dasar pekebun kelapa sawit untuk dukungan dan tata kelola perkebunan yang lebih baik.

Kedua, upaya peningkatan penyadartahuan/sosialisasi bagi pekebun kelapa sawit dan pemangku kepentingan lainnya di tingkat provinsi dan kabupaten, ketiga, meningkatkan koordinasi antara lembaga pemerintah dalam hubungannya dengan industri kelapa sawit, serta keempat, dukungan pada peningkatan penegakan hukum di sektor kelapa sawit.

“Pemerintah Indonesia telah melarang pembukaan Lahan Gambut untuk perkebunan kelapa sawit (Ijin Baru). Moratorium sudah lama dari tahun 2011, bahkan diperpanjang lagi oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2017. Kemudian, dibuat permanen,” ungkap Fadhil dalam sebuah diskusi online yang dihadiri InfoSAWIT, awal Maret 2021 lalu.

Tidak itu saja pelaku perkebunan kelapa sawit kata Fadhil, mengikuti beragam model sertifikasi yang berkaitan dengan sektor perkebunan kelapa sawit, misalnya sebagian besar perkebunan kelapa sawit di Indonesia menerapakan prinsip dan kriteria skim setifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), beberapa perusahaan sawit yang juga memproduksi atau mensuplai bahan baku biodiesel mengikuti skim International Sustainability & Carbon Certification (ISCC).

Bahkan beberapa diantara pelaku juga bergabung dan mulai membahas mengenai High Carbon Stock (HCS), dan membahas mengenai nilai konservasi tinggi (HCV). “Serta berkomitmen kuat dalam penerapan kebijakan No Deforestation, No Peatland dan No Exploitation (NDPE),” katanya.

Hasil kerja keras pelaku itu, dalih Fadhil, bisa terlihat dari menurunnya angka reforestrasi di Indonesia hingga 75%, minyak sawit berkelanjutan yang mulai menjadi norma, lantas adanya penerapan program peremajaan sawit rakyat, yang menggantikan kegiatan ekspansi dalam meningkatkan produksi. (T2)

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT Edisi Maret 2021

baca lengkap di: http://store.infosawit.com/


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit