infosawit

Produksi CPO 2021 Diprediksi Capai 49 Juta Ton



Produksi CPO 2021  Diprediksi Capai  49 Juta Ton

InfoSAWIT, JAKARTA - Sebelumnya, dalam laporan Rabobank Group, belum lama ini menggarisbawahi pelambatan penanaman baru disebabkan oleh moratorium oleh pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk perluasan lahan pertanian terus berlanjut, serta akibat harga komoditas yang rendah pada awal tahun.

Malaysia tercatat membatasi area penanaman kelapa sawit menjadi 6,5 juta hektar. Sementara, pemerintah Indonesia telah membatasi ketersediaan lahan pertanian dan wilayah konsesi yang disetujui hingga empat juta hektar. Recanan ini bakal berdampak pada pasokan minyak sawit global mulai tahun 2021 dan seterusnya. Juga harus digarisbawahi bahwa petani kecil Indonesia yang menanam kembali kelapa sawit seluas 500 ribu hektar pada akhir tahun 2022 harus mempertahankan pasokan minyak sawit yang cukup untuk dunia.

Merujuk catatan Dewan Negara-negara Minyak Sawit (CPOP), mengutip laporan Ganling Malaysia, penurunan produksi minyak sawit yang terus berlanjut disebabkan banyaknya pohon sawit yang telah melampui umur teknisnya (25 tahun keatas) di seluruh Indonesia (24%) dan Malaysia (30%). Ketertinggalan dalam penanaman kembali akan membatasi pertumbuhan pasokan untuk sementara waktu dalam jangka pendek dan menengah.

Di Indonesia, penanaman kembali rata-rata 1% per tahun setidaknya telah menurunkan pasokan minyak sawit sekitar 1,5 juta ton dari rantai pasokan, sementara di Malaysia, tingkat penanaman kembali rata-rata 1,8% per tahun diperkirakan akan menurunkan pasokan sekitar 1,1 juta ton. Sehingga penurunan total minyak sawit bisa mencapai sekitar 2,6 juta ton dari rantai pasok di 2021.

Pola cuaca La Nina, yang menyebabkan curah hujan lebih tinggi di seluruh wilayah Indonesia dan Malaysia, semestinya meningkatkan hasil buah dan produksi CPO pada tahun 2021. Namun, curah hujan yang lebih tinggi bisa mengakibatkan banjir, sehingga berpotensi menurunkan produksi dan justru mempengaruhi harga. (Lebih lengkap baca InfoSAWIT edisi Jan 2021).

Di tahun 2021, Gabungan Pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit Indonesai (GAPKI) memperkirakan pengaruh pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Namun demikian produksi minyak sawit Indonesia diprediksi akan naik signifikan pada 2021, akibat pemeliharaan kebun yang lebih baik, cuaca yang mendukung dan harga yang menarik. Dimana GAPKI memprediksi produksi minyak sawit mentah (CPO) di 2021 bakal mencapai 49 juta ton dan 4,65 juta ton untuk PKO.

Lantas, dengan komitmen pemerintah terus melanjutkan program B30, konsumsi biodiesel pun diperkirakan sebesar 9,2 juta KL (Aprobi 2021) yang setara dengan 8 juta ton minyak sawit. Penggunaan sawit untuk oleokimia di 2021 diperkirakan sekitar 2 juta ton untuk domestik dan sekitar 4,5 juta ton untuk ekspor (Apolin 2021).

Dikatakan Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono, permintaan minyak nabati dunia akan sangat tergantung dari keberhasilan vaksin Covid-19.  Keberhasilan program vaksin akan meningkatkan aktivitas ekonomi sehingga akan meningkatkan konsumsi minyak nabati termasuk minyak sawit.  Selain itu, banyak negara yang karena alasan ekonomi terpaksa lebih terbuka. “Ekspor minyak sawit Indonesia diperkirakan akan meningkat di tahun 2021 baik volume maupun nilainya,” katanya dalam Koferensi Pers GAPKI, awal Februari 2021 yang dihadiri InfoSAWIT. (T2)

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT Edisi Maret 2021

baca lengkap di: http://store.infosawit.com/


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit