infosawit

Beragam Pupuk dan Kegunaannya di Perkebunan Kelapa Sawit



Beragam Pupuk dan Kegunaannya di Perkebunan Kelapa Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Pada dasarnya, pupuk dapat  dibedakan berdasarkan bahan asal, senyawa, fasa, cara penggunaan, reaksi  fisiologi, jumlah dan macam hara yang  dikandungnya. Namun untuk memudahkan penggolongannya, secara garis besar pupuk dibagi menjadi tiga jenis, yakni pupuk organik, anorganik dan pupuk hayati. Untuk pupuk hayati sebagian orang menganggapnya bukanlah pupuk tetapi hanya sebagai penyedia hara yang terdiri dari mikroba yang dapat meningkatkan efisiensi pemupukan, kesuburan, dan kesehatan tanah.

Pupuk organik berasal dari senyawasenyawa organik. Dalam catatan sejarah perkebunan, pupuk organic merupakan pupuk yang pertama kali digunakan yang bahan awalnya dari kotoran hewan, sisa pelapukan tanaman dan arang kayu.

Terdapat macam-macam pupuk organik, yakni pupuk hijau yang terbuat dari tanaman atau komponen Tanaman yang dibenamkan ke dalam tanah, pupuk kompos yang merupakan bahan-bahan organik yang telah mengalami pelapukan, seperti jerami, alang-alang, sekam padi, dan lain-lain, pupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan, dan pupuk serasah yang merupakan komponen tanaman yang sudah tidak terpakai, misal jerami kering, bonggol jerami, tongkol jagung, dan lain-lain yang digunakan sebagai penutup tanah karena pemanfaatannya dapat secara langsung ditutupkan pada permukaan tanah di sekitar tanaman (mulsa).

Adapun pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara meramu berbagai bahan kimia sehingga memiliki prosentase kandungan hara yang tinggi.

Pupuk anorganik ini mulai digunakan pada perkebunan secara terbatas pada tahun 1850-an sejak ditemukannya deposit garam kalsium di Jerman pada tahun 1839.

Menurut jenis unsur hara yang dikandungnya, pupuk anorganik dibagi menjadi dua yakni pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pada pupuk tunggal, jenis unsur hara yang dikandungnya hanya satu macam. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya urea hanya mengandung unsur nitrogen.

Sedangkan pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur hara. Contoh pupuk majemuk antara lain diamonium phospat yang mengandung unsur nitrogen dan fosfor.

“Agar praktis, pelaku perkebunan biasanya memakai pupuk mejemuk. Umumnya di pasaran beredar pupuk dengan kandungan utama Nitrogen, fosfor, dan kalium dengan berbagai perbandingan. Besar kecilnya perbandingan itu dicantumkan di label kemasan. Misal tulisan 20;10;10 artinya kandungan nitrogen paling tinggi sehingga tepat digunakan untuk masa pertumbuhan,” kata Direktur Research and Development PT Sasaran Ehsan Mekarsari, DR. Moh. Reza Tirta Winata  kepada infoSAWIT.

Penggunaan pupuk anorganik Penggunaan pupuk anorganik  dibedakan menjadi dua, yaitu pupuk daun dan pupuk akar. Pupuk daun diberikan lewat penyemprotan pada daun tanaman. Contoh pupuk daun adalah Gandasil B dan D. Pupuk akar diserap tanaman lewat akar dengan cara penebaran di tanah. Contoh pupuk akar adalah urea, NPK, dan Dolomit.

Sedangkan pupuk hayati adalah produk biologi aktif terdiri dari mikroba yang dapat meningkatkan efisiensi pemupukan, kesuburan, dan kesehatan tanah. Kandungan pupuk hayati adalah mikroorganisme yang memiliki peranan positif bagi tanaman. Kelompok mikroba yang sering digunakan adalah mikroba mikroba yang menambat N dari udara, mikroba yang melarutkan hara (terutama P dan K), dan mikroba-mikroba yang merangsang pertumbuhan tanaman.

Pupuk hayati mengandung sel hidup atau dalam keadaan laten dari suatu strain penambat nitrogen, pelarut, atau mikroorganisme selulolitik yang diberikan ke biji, tanah, atau ke tempat pengomposan. Tujuannya untuk meningkatkan jumlah mikroorganisme dan mempercepat proses mikrobiologis untuk meningkatkan ketersediaan hara, sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman.

Pupuk hayati bermanfaat untuk  mengaktifkan serapan hara oleh  tanaman, menekan soil-borne disease, mempercepat proses pengomposan, memperbaiki struktur tanah, dan menghasilkan substansi aktif yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. (T3)

Sumber InfoSAWIT Edisi Desember 2012

Baca di: https://store.infosawit.com/

Untuk Bahasa Inggris buka:

https://en.infosawit.com/

https://palmoilmagazine.com/


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit