infosawit

Laba Bersih Perusahaan Sawit Astra Agro Melorot 56% Pada Kuartal I-2021



Publik Ekspose Astra Agro
Laba Bersih Perusahaan Sawit Astra Agro Melorot 56% Pada Kuartal I-2021

InfoSAWIT, JAKARTA – Perusahaan perkebunan kelapa sawit nasional, PT Astra Agro Lestari Tbk, anak perusahaan konglomerat Indonesia, Astra International, mencatatkan penurunan pendapatan kuartal pertama sebesar 56%, meskipun rata-rata harga CPO dunia sedang meningkat.

Laba bersih Astra Agro Lestari melorot menjadi Rp 162,43 miliar pada periode Januari-Maret 2021 dari Rp 371 miliar pada periode yang sama tahun 2021. Kendati penjualan perseroan naik 5% menjadi Rp 5 triliun.

Direktur Astra Agro Lestari, Mario Casimirus Surung Gultom menjelaskan, perseroan terkena imbas negatif akibat pungutan ekspor progresif dari pemerintah yang diberlakukan pada akhir tahun lalu serta strategi hedging yang diterapkan perseroan.

“Kami mencatat bahwa pungutan tahun lalu hanya mencapai $ 55 per ton, tetapi dengan pungutan progresif ini diterapkan pada akhir 2020, harga CIF Rotterdam harus menyisihkan 30-40 persen untuk pungutan tersebut,” kata Gultom saat konferensi pers pada akhir Mei 2021 lalu.

Pungutan ekspor minyak sawit Indonesia diberlakukan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 191, di mana pungutan CPO akan ditentukan mengikuti harga acuan minyak sawit.

Gultom mengatakan manajemen berkeyakinan kinerja buruk perusahaan tidak akan bertahan lama dan neraca diperkirakan akan membaik pada akhir semester pertama tahun ini. “Hedging akan dihentikan pada semester pertama, sehingga pada semester kedua kemungkinan tidak akan dilakukan lagi,” kata Gultom. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit