infosawit

Penerapan Praktik Sawit Berkelanjutan, Butuh Keyakinan Petani Sawit



Dok. InfoSAWIT
Penerapan Praktik Sawit Berkelanjutan, Butuh Keyakinan Petani Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Melihat masih terbatasnya kelompok petani swadaya yang mengajukan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil RSPO, membuktikan masih banyaknya kendala yang dihadapi petani, termasuk masalah pendanaan dalam upaya mendapatkan sertifikat minyak sawit berkelanjutan.

Lantas apa yang menjadi masalah sebenarnya? Peneliti dari Universitas Jambi, Rosyani mengatakan, perubahan perilaku budidaya dari cara-cara konvensional menuju praktik budidaya yang berkelanjutan, mesti datang dari diri petani.

Jika petani sudah meyakini penerapan praktik budidaya kelapa sawit berkelanjutan lebih baik dari cara konvensional, maka prosesnya akan menjadi lebih mudah. “Saya melihat masih ada perbedaan pandangan dari tiap petani, mengenai ketentuan yang harus ditaati, misalnya tidak menggunakan bahan kimia atau melindungi sepadan sungai,” tutur Rosyani kepada InfoSAWIT, di Jambi beberapa waktu silam.

Lebih lanjut tutur Rosyani, yang cukup sulit untuk diubah adalah cara pandang yang acap mengukur keuntungan bagi dirinya sendiri. Sebab itu peran pendamping menjadi sangat penting. Diakui Rosyani prosesnya akan cukup berat namun implikasinya bakal kelihatan lebih baik. “Saya meyakini cara budidaya petani bisa berubah,” kata Rosyani. (T2)

Sumber: Majalah InfoSAWIT edisi Juni 2016

Https://store.infosawit.com

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit