infosawit

KUD-BUM Mitra BGA Panen Perdana Program PSR



Foto dok. BGA Group
KUD-BUM Mitra BGA Panen Perdana Program PSR

InfoSAWIT - Setelah menunggu hampir 26 bulan akhirnya petani sawit mitra Bumitama Gunajaya Agro (BGA) group  yang tergabung dalam KUD Bangkit Usaha Makmur, bisa melaksanakan panen perdana kelapa sawit, dari hasil program peremajaan sawit rakyat yang didukung pendanaan dari BPDP-KS.

Petani sawit yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa Bangkit Usaha Makmur (KUD-BUM), Desa Bencah Kesuma, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Belum lama ini telah melaksanakan panen perdana tahap-1 seluas 447 Ha. Tercatat penanaman yang dimulai sejak Desember 2018 lalu.

KUD-BUM menjadi salah satu kelompok petani sawit yang beruntung, lantaran panen perdana ini merupakan hasil dari Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dukungan pendanaannya berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).

Namun demikian bukannya tanpa kendala, sebab mekanisme pengajuan program peremajaan Dana BPDP-KS ini cukup komprehensif sehingga banyak persyaratan yang perlu dipenuhi petani pada waktu itu. Tetapi petani anggota KUD-BUM berhasil melampauinya, terbukti dengan disetujuinya dukungan pendanaan BPDP-KS total sebanyak Rp 22,8 miliar.

Peremajaan sawit KUD-BUM dilakukan di lahan seluas 907 hektar yang beranggotakan 372 KK. Diutarakan Ketua KUD-BUM, Khoirum, program PSR tersebut dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama telah dilakukan seluas 857 Ha dengan nilai pendanaan sebanyak Rp 21,5 miliar, tahap kedua sebanyak 50 Ha dengan dukungan pendanaan sekitar Rp 1,3 miliar.

Untuk pengadaan bibit sawit unggul bersertifikat difasilitasi oleh Dinas Perkebunan Rokan Hulu dalam memenuhi kebutuhan peremajaan sawit bagi lahan sawit yang dikelola  Koperasi Bangkit Usaha yang dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerjasama (SPK).

Berjalannnya program PSR yang didukung pendanaan dari BPDP-KS tersebut terwujud lantaran dilakukan secara kemitraan dalam bentuk pembelian buah sawit petani (off-taker) oleh PT Rohul Sawit Industri (salah satu anak usaha BGA Group).

Namun tidak hanya sebagai pembeli, perusahaan juga tercatat menjadi pendamping petani terkait penerapan budidaya kelapa sawit yang baik sesuai dengan Good Agricultural Practices (GAP). Sementara petani tetap mengelola kebun sawitnya secara swa-kelola (mandiri).

“Kami sangat bersyukur. Para petani yang mendapatkan bantuan dana replanting dari BPDP dan bantuan pendampingan dari PT RSI ini telah melaksanakan panen perdana tahap ke-1,” ujar Khoirum, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT.

Lebih lanjut tutur Khoirum, Tanaman sawit petani di desa Bencah Kesuma ini pada umumnya telah berusia diatas 20 tahun, sehingga dipastikan produktivitasnya menurun, sebab itu butuh segera dilakukan peremajaan (Replanting).

Beruntung bagi petani sawit anggota KUD BUM, bisa melakukan peremajaan sawit didukung pendanaan dari BPDP-KS, terlebih guna melakukan peremajaan (replanting) membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Para petani yang mendapatkan bantuan dana replanting dari BPDP-KS ini menyambut program ini dengan suka cita, sekaligus dapat swa-kelola kebunnya,” ujar Khoirum.

Dalam melakukan peremajaan sawit ini sebelumnya kata Khoirum, dirinya sempat ragu, namun setelah melihat hasil dari dilakukannya peremajaan tersebut mendorong petani lainnya untuk melakukan hal yang sama.

“Sebagian petani ada yang masih ragu sehingga perlu melihat hasilnya terlebih dulu. Namun setahun berjalan hasilnya terlihat, banyak anggotanya yang menyusul mendaftarkan diri ikut program peremajaan dana BPDP-KS ini,” tutur Khoirum.

Sebelumnya, produksi kebun kelapa sawit milik petani rata-rata hanya mencapai 1,7 ton/ha dengan pola kerjasama budidaya satu atap (single management) dengan perusahaan sebelumnya. Tetapi dengan adanya dukungan pemerintah, perbankan dan pendampingan PT Rohul Sawit Industri (RSI), serta pengelolaan kebun dilakukan petani secara mandiri, Khoirum meyakini, bakal memperoleh hasil panen diatas 3 ton/Ha.

Khoirum menambahkan, program PSR ini juga dibarengi dengan program tumpang sari tanaman pangan seluas 447 Ha. “Kami merekomendasikan peremajaan siklus kedua di KUD Bangkit Usaha Makmur bisa tumpang sari tanaman jagung tujuannya supaya petani mempunyai penghasilan alternatif,” katanya.

Tercatat selain usaha perkebunan sawit, Koperasi Bangkit Usaha Makmur ini juga memiliki usaha lain diantaranya, gudang pupuk, alat listrik, warung kelontongan dan bengkel motor. Diharapkan dengan adanya replanting ini, usaha utama koperasi ini (penjualan TBS) makin berkembang dan mampu menunjang pengembangan usaha lain. 

Sementara diungkapkan pihak perusahaan, kemitraan yang terjadlin bertujuan untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar wilayah operasi perusahaan. Sekaligus untuk memperoleh pasokan Tandan Buah Segar (TBS) sawit dari petani sawit swadaya mitra.

“Cara demikian juga untuk mendukung Program Pemerintah utamanya terkait penerapan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), yang mana dibutuhkan mitra perusahaan untuk bisa menyerap (off taker) buah sawit dari Koperasi,” kata Assistant to COO - Region Rokan Hulu, Torang Nababan kepada InfoSAWIT belum lama ini.

Sumber: Majalah InfoSAWIT Edisi Mei 2021

Https://store.infosawit.com/


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit