infosawit

Tulisan Media Menjadikan Bisnis Sawit Besar



Tulisan Media Menjadikan Bisnis Sawit Besar

InfoSAWIT - Seringkali terjadinya geger politik maupun geger bisnis berawal dari adanya tulisan media mengenai suatu kejadian maupun temuan. Dengan gaya jurnalistik tertentu, kejadian maupun temuan terebut ditulis dan dipublikasikan oleh suatu media. Alhasil, tulisan media yang dipublikasikan kepada masyarakat luas itupun menjadikan ruang publik geger.

Hiruk pikuk kehidupan di dunia memang tak pernah lekang oleh waktu, kendati banyak peristiwa yang sudah terjadi dan diambil hikmahnya, tetap saja ada kemungkinan besar kejadian dan peristiwa itu dapat terulang kembali. Seperti kasus korupsi pejabat dan penyalah gunaan jabatan publik, yang seringkali merugikan banyak orang.

Peristiwa dan suatu kejadian yang bikin ruang publik geger, biasanya berasal dari tulisan media yang dibuat sebagai bagian dari keterbukaan publik. Namun, seringkali tulisan media tersebut juga bermaksud mengingatkan dan memperingatkan kepada masyarakat luas, untuk tidak terlibat atau melakukan perbuatan negatif yang merugikan banyak orang.

Mengedukasi merupakan salah satu tugas dari suatu tulisan media. Dengan gaya bahasa tertentu, media selalu menyapa para pembacanya dihalaman pembuka. Di bagian dalam beberapa halaman, ada fokus media yang disebarluaskan kepada publik sebagai bagian mengedukasi masyarakat luas mengenai suatu tema yang diulas mendalam.

Seperti konten Media InfoSAWIT yang selalu berisi edukasi mengenai sektor sawit. Dari edukasi praktek budidaya sawit berkelanjutan, pembangunan kapasitas sumber daya manusia dan petani hingga praktek-praktek menjaga keberlangsungan sosial dan lingkungan. Berbagai edukasi yang disajikan media InfoSAWIT memang masih banyak keterbatasan, lantaran masih sulit bagi pelaku usaha untuk mau terbuka dan transparan kepada publik mengenai usaha yang digelutinya.

Lantaran, sejak awal mula dibukanya perkebunan kelapa sawit nasional, berada diberbagai pelosok penjuru daerah, yang bahkan sering disebut sebagai daerah kecil dan terpencil. Jauh dari keramaian, jarang penduduk dan minim infrastruktur serta tidak memiliki perangkat pemerintah yang memadai. Secara umum, gambaran kondisi daerahnya sangat terbelakang, seperti tidak ada akses jalan darat yang memadai dan selalu mengalami banyak kekurangan.  

Pembangunan perkebunan kelapa sawit pionir juga sangat sulit, tak jarang untuk mencapai lokasinya butuh waktu berhari-hari baru bisa tiba. Melalui berbagai cara, jalan udara, darat dan air baru kemudian bisa tiba di lokasi. Alhasil, berbagai keterbelakangan daerah lokasi perkebunan kelapa sawit itu, menjadi gambaran luas akan timbulnya berbagai persoalan dikemudian hari.

Namun gambaran diatas banyak terjadi pada era awal tahun 2000an, dimana banyak pembangunan daerah di Indonesia masih mengalami keterbelakangan. Paska 2010an, perkebunan kelapa sawit sudah tak semuram dahulu lagi. Lantaran, banyak daerah terpencil itu, sudah mengalami banyak kemajuan dari pembangunan didaerahnya.

Ibarat gula dan semut, perkebunan kelapa sawit telah menjadi gula (baca: bisnis menggiurkan) sehingga menarik semut (baca: orang berbisnis) untuk turut serta dalam kegiatan bisnisnya. Semula kesulitan mencari tenaga kerja, hingga banyak pendatang disekitar lokasi perkebunan kelapa sawit. Seiring waktu, bermunculan pasar, toko hingga berbagai jasa yang meningkatkan transaksi jual beli barang.

Memang dalam konteks Pendapatan Asli Daerah (PAD), perkebunan kelapa sawit tidak terlalu banyak berkontribusi, lantaran sentralisasi perizinan mewajibkan perusahaan perkebunan kelapa sawit lebih banyak menyetor uangnya kepada pemerintah pusat. Namun dalam konteks sosial masyarakat, perkebunan kelapa sawit secara nyata mendorong banyak perubahan, merubah orang miskin menjadi orang kaya didaerah.

Munculnya banyak transaksi jual beli dari barang dan jasa inilah, yan mendorong pesatnya pertumbuhan disuatu daerah yang berkembang perkebunan kelapa sawitnya. Semula hanya perusahaan perkebunan kelapa sawit, seiring berjalannya waktu, banyak masyarakat yang membuka lahan dan memiliki perkebunan kelapa sawit secara mandiri.

Semua bergulir tanpa adanya aturan yang jelas, kemudian semua tersentak, lantaran perkebunan kelapa sawit menjadi masif di Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, dari Provinsi Aceh sampai Provinsi Papua, perkebunan kelapa sawit terus berkembang dan dikembangkan perusahaan perkebunan kelapa sawit berjibaku dengan masyarakat (pendatang biasanya lebih agresif).

Berbagai peristiwa perkebunan kelapa sawit diatas sering ditulis media InfoSAWIT sebagai pembelajaran bersama, bahwa banyak faktor dan aktor yang terlibat dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit. Terlebih dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit, akan lebih banyak lagi faktor dan aktor yang terlibat. Sebab itu, keterbukaan informasi kepada publik melalui Media segmentasi yang kredibel menjadi penting bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Sejak 2007, Media InfoSAWIT lahir, banyak peristiwa yang sudah ditulis dan ditorehkan sebagai bagian dari sejarah industri sawit nasional terutama perkebunan kelapa sawit. Dari sinilah, kita memahami banyak peristiwa yang dapat menjadi pembelajaran bersama untuk dicontoh yang baik dan dijauhi yang tidak baik. Jika suatu perusahaan perkebunan kelapa sawit berhasil menerapkannya, niscaya perusahaan perkebunan kelapa sawit miliknya, akan tumbuh dan menjadi besar.

Jika anda belum bergabung dengan kami, bergabunglah.. Kita bangun industri sawit berkelanjutan bersama! https://www.infosawit.com  


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit