infosawit

Meningkatkan Produktivitas Sawit Mesti Terwujud Lewat Perpanjangan Moratorium Sawit



Meningkatkan Produktivitas Sawit Mesti Terwujud Lewat Perpanjangan Moratorium Sawit

InfoSAWIT, BOGOR -  Koalisi Moratorium Sawit bersepakat bahwa Inpres Moratorium Sawit patut untuk diperpanjang dan diperkuat. Dengan tata kelola yang lebih baik, harapannya industri sawit menjadi industri yang bermartabat, memiliki perspektif lingkungan, dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kami mengapresiasi niat baik pemerintah yang telah mengeluarkan Inpres Moratorium Sawit.  Dalam inpres moratorium sawit, dimandatkan sejumlah hal berkenaan dengan peningkatan produktivitas sawit. Namun tiga tahun adalah waktu yang sangat singkat dalam menata perkebunan sawit, terutama untuk petani,” kata Deputi Direktur Sawit Watch, Achmad Surambo, saat membuka Wanasvara Webinar Series "Peningkatan Produktivitas Petani Sawit Melalui Perpanjangan Moratorium Sawit, Dapatkah Terwujud?”, pada Kamis (26/8/021) lalu.

Sebagaimana diketahui, angka produktivitas petani sawit Indonesia masih tergolong rendah, berada pada kisaran 12-14 ton TBS/Ha/tahun. Banyak faktor yang melatarbelakanginya, misalnya rantai suplai terlalu panjang, kualitas dan asal bibit yang digunakan, ketiadaan akses pupuk yang tepat, minim modal dan kurangnya pengetahuan budidaya. Hal lain yang juga berpengaruh yaitu soal realisasi replanting (peremajaan) perkebunan sawit rakyat yang masih jauh dari target yang ditetapkan yaitu seluas 180.000 Ha/tahun.

Sekretaris Jendral Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto menyampaikan, asosiasi petani sawit telah mengirimkan surat kepada Presiden yang isinya agar Presiden melanjutkan Inpres Moratorium Sawit. Salah satu dasar pertimbangannya adalah rantai pasok yang masih panjang.

“Inpres ini telah berjalan beberapa tahun namun masih belum ada perbaikan di sisi rantai pasok petani. Jalurnya masih panjang dan petani masih menjual ke tengkulak. Dampak rantai pasok yang panjang ini menyebabkan petani sawit mendapatkan harga yang illegal (tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah). Selain itu, belum ada penyelesaian kebun-kebun sawit rakyat yang berada di dalam kawasan hutan.  Produktivitas para petani sawit juga masih rendah,” katanya.

Lebih lanjut, salah satu poin penting dari moratorium sawit adalah peningkatan produktivitas petani sehingga dapat meningkatkan income petani sawit. Namun hingga saat ini belum ada perkembangan. Moratorium sawit harus diperpanjang dengan catatan bahwa tidak boleh lagi ada izin baru baik di provinsi ataupun di kabupaten. Karena posisi sekarang kita sudah over produksi sebesar 5 juta ton. “Kalau ada penambahan luas perkebunan maka ini akan berdampak pada harga sawit dan kepedulian pemilik konsesi untuk menyejahteraankan petani sawit di sekitar konsesinya,” tandas Darto. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit