infosawit

FRAS Kecam Kriminalisasi Petani Sawit Oleh PT ANA di Sulteng



FRAS Kecam Kriminalisasi Petani Sawit Oleh PT ANA di Sulteng

InfoSAWIT, MOROWALI UTARA – Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) Sulawesi Tengah (Sulteng), mengecam tindakan kriminalisasi yang menimpa petani sawit atas nama Gusman, asal Desa Bunta, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara (Morut).

Petani sawit itu itu bernama Gusman yang dituding mencuri buah kelapa sawit di tanahnya sendiri yang dilaporkan oleh PT. Agro Nusa Abadi (ANA), dikutip sulawesion, ditangkap pada pukul 20.00 Wita, Sabtu 28 Agustus 2021.

Terkait penangkapan tersebut FRAS Sulteng mengajukan beberapa tuntutan diantaran, pertama, meminta Kapolda Sulteng segera bebaskan Gusman. Kedua, menututu adanya penyelidikan PT ANA yang selama ini menyerobot lahan petani serta melakukan aktivitas hingga saat ini tidak pernah memperlihatkan sertifikat Hak GUna Usaha (HGU).

Ketiga, menuntut segera mengambil langkah penindakan terhadap pidana yang dilakukan oleh PT ANA, keempat, mengembalikan tanah-tanah masyarakat yang dirampas atau diambil oleh PT ANA, kelima, mendorong penghentian kriminalisasi dan intimidasi terhadap petani.

Keenam, meminta kepada Gubernur Sulteng, Bupati Morowali Utara dan Ketua DPRD Morowali Utara untuk segera mengambil langkah menghentikan operasi dan aktivitas perkebunan sawit PT ANA. “Dan ketujuh, perusahaan yang beroperasi tanpa HGU merupakan tindakan ilegal dan harus dihentikan,” demikian catat tuntutan FRAS.

Sementara Humas PT ANA, Dody menegaskan, kejadian itu bermula dikala, Gusman petani sawit mengancam pihak perusahaan dengan menggunakan senjata tajam (sajam), serta menghalang-halangi proses panen kelapa sawit.

Lantaran, merasa terancam, pihak perusahaan kemudian menempuh jalur hukum pada pukul 20.00 Wita, Sabtu, 28 Agustus 2021 lalu. Kemudian kepolisian setempat mengamankan petani sawit bernama Gusman.

“Saudara Gusman mengancam dengan sajam, menghalangi proses panen serta mengambil 3 blok buah sawit. Jumlah pengambilan buah sawit itu lebih dari jumlah yang diklaim Gusman,” tegas Dody menjawab pertanyaan sejumlah warga Desa Bunta saat dengar pendapat umum dengan DPRD Kabupaten Morowali Utara pada Senin, 30 Agustus 2021, seperti dikutip Sangalu.

Namun demikian jawaban tersebut direspon kecewa oleh masyarakat yang juga kerabat Gusman, yang mengklaim Gusman mengambil buah sawit yang tumbuh di lahan milik pribadinya. Warga pun menanyakan kenapa kegiatan mengambil buah sawit di lahan sendiri justru dilaporka ke pihak berwajib. “Gusman punya hak legalitas kepemilikan lahan itu,” tandas warga. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit