infosawit

FGD Sawit Berkelanjutan 9: Kemitraan Gerbang Perbaikan Rantai Pasok Sawit



Dok. InfoSAWIT
FGD Sawit Berkelanjutan 9: Kemitraan Gerbang Perbaikan Rantai Pasok Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA – Dikatakan Ricky Amukti dari Traction Energy Asia, selain perbaikan produktivitas bagi kebun sawit rakyat adalah perbaikan rantai pasok kebun sawit, bila rantai pasoknya masih panjang maka akan mempengaruhi harga jual Tandan Buah Segar (TBS) Sawit milik petani.

“Kendati harga TBS Sawit meningkat bila rantai pasoknya masih panjang maka peningkatan harga TBS sawit itu tetap tidak bisa dinikmati oleh para petani,” katanya dalam FGD Sawit Berkelanjutan Vol 9, bertajuk “PERAN BPDP-KS DALAM MEMPERKUAT KEMITRAAN PEKEBUN KELAPA SAWIT INDONESIA,” Kamis, 29 Juli 2021, yang diadakan media InfoSAWIT.

Lebih lanjut kata Ricky, kemitraan juga menjadi penting Karen secara kelembagaan kelapa sawit itu diurus oleh bidang perkebunan yang kosentrasinya juga terpecah oleh komoditas lainnya, sehinga rasanya bila tida dibantu oleh stakeholder lainnya.

Lalu secara fisibilitas, apakah program  kemitraan dapat berjalan dengan baik? catat Ricky, pihaknya telah melakukan penghitungan melalui metode Benefit Cost Analysist, dilihat dari sisi biaya diantaranya menyangkut biaya legalisasi lahan pekebun sawit swadaya, subsidi bibit unggul bersertifikat, subsidi pupuk, pendampingan penerapan teknik  perkebunan berkelanjutan, sertifikasi ISPO, insentif PKS yang bermitra dengan pekebun sawit swadaya, insentif BU BBN yang membeli CPO  dari PKS yang bermitra dengan pekebun sawit swadaya.

Sementara dari sisi manfaat, terdapat pengurangan anggaran Jaminan sosial, pengurangan anggaran mitigasi bencana lingkungan, pengurangan anggaran program, penurunan emisi GRK dan peningkatan produksi TBS sawit.

Kata Ricky, merujuk dari hasil Analisa Biaya Manfaat, maka total biaya yang dibutuhkan untuk menempatkan pekebun sawit swadaya dalam rantai pasok Biodiesel adalah Rp 210.997.994.300 atau Rp 21.099.799 /pekebun sawit swadaya.

Sementara total manfaat yang diperoleh melalui penempatan pekebun sawit swadaya dalam rantai pasok Biodiesel adalah sebesar Rp 394.388.950.000 atau Rp 39.438.895/pekebun sawit swadaya. “Hasil rasio manfaat terhadap biaya prorgam ini adalah 1,87 sehingga program dapat dilaksanakan,” tutur Ricky. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit