infosawit

Dibutuhkan 4 Dukungan Untuk Pengembangan Biofuel Nasional



Dibutuhkan 4 Dukungan Untuk Pengembangan Biofuel Nasional

InfoSAWIT, JAKARTA - Untuk sektor bahan bakar nabati, pemerintah sepakat untuk tetap mempertahankan program B30, dan mengoptimalkan produksi BBN (biodiesel atau biohidrokarbon). Dimana penghematan devisa untuk seluruh penggunaan bahan bakar terbarukan tersebut selama periode 2021-2040 diperkirakan akan  sebesar US$ 16,8 Miliar per tahun.

“Pemerintah akan tetap mempertahankan kebijakan campuran biodiesel sawit ke minyak solar sebanyak 30% atau popular disebut B30 dan memaksimalkan produksi Bahan Bakar nabati (BBN) dari biodiesel atau biohidrokarbon,” kata Elis, dalam FGD Sawit Berkelanjutan Vol 8, bertajuk “Peranan BPDPKS Mendorong Petani Kelapa Sawit Suplai Bahan Baku Biodiesel,” Kamis (10/6/2021) yang diselenggarakan InfoSAWIT, di Jakarta.

Tercatat program B30 telah berjalan sejak Januari 2020. Realisasi pemanfaatan Biodiesel untuk domestik tahun 2020 sebesar 8,4 juta kL dan berdampak pada penghematan devisa sebesar Rp 38,31 triliun (US$ 2,66 miliar).

Lantas kedepan tutur Elis, pemanfaatan biofuel tidak sebatas untuk biodiesel saja, dan tidak terbatas pada pengusahaan skala besar, didorong yang berbasis kerakyatan, untuk spesifikasi menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Termasuk mendorong emanfaatan by product biodiesel, serta pemanfaatan hasil sawit non-CPO.

Dalam implementasi B30 pemerintah lewat kementerian ESDM, bakal memastikan program B30 berjalan dengan sesuai teraget, melakukan monitoring dan evauasi secara ketat, melakukan analisa terhadap debottlenecking di lapangan, melakukan peningkatan infrastruktur penunjang dan keberlanjutan dari insentif.

Sementara untuk pemanfaatan BBN diatas B30, pemerintah akan melakukan kajian teknis komposisi campuran untuk B40 dan B50, melakukan kajian ekonomi, kesiapan feedstock dan infrastruktur pendukung.

Kata Elis, untuk Program Greenfuels, pemerintah akan mendorong pengembangan program green refinery, untuk menghasilkan green diesel, green gasoline dan bio avtur, serta melakukan kajian regulasi yang diperlukan, kesiapan teknologi, bahan baku (feedstock), insentif dan infrastruktur pendukung. Guna mendukung pengembangan B30 dan greenfuel, pemerintah berupaya membangun industri penunjang seperti industri methanol, katalis dan lainnya.

Proyek Strategis Nasional Next – Generation Biofuel & Industri Penunjang tersebut diantaranya, pengembangan Green Refinery RU III Plaju target di tahun 2023 dengan Kapasitas: 20.000 bod, lantas pengembangan Green Refinery RU IV Cilacap target tahun 2022, dengan kapasitas 6.000 bod, pembangunan Hidrogenasi CPO PT Pusri Palembang, target Desember 2021, dengan kapasitas: 1.000 liter/hari, pengembangan katalis merah putih, target tahun 2022 dengan kapasitas 800 MTPY, terakhir pengembangan Integrated IVO Industry, yang ditarget tahun 2023 dengan kapaistas mencapai 50.000 ton/tahun.

Faktanya dalam pengembangan energi terbarukan berbasis sawit setidaknya dibutuhkan empat dukungan diantaranya pertama, insentif/pendanaan, saat ini implementasi biofuel didukung melalui Dana Perkebunan Sawit. Perlu didorong insentif fiskal lainnya khususnya untuk mendorong program pengembangan biohidrokarbon/greenfuel.

Kemudian kata Elis, kedua, butuh dukungan regulasi, lantaran penyesuaian regulasi guna mendukung kelancaran implementasi BBN yang sudah berjalan, maupun mengakomodir perkembangan BBN untuk pencampuran Biodiesel diatas 30%. 

Lantas, ketiga, untuk keberlanjutan bahan baku (feesdstock) juga menjadi sangat penting, lantaran kepastian pasokan bahan baku yang kontinyu dan telah memenuhi prinsip-prinsip berkelanjutan. Jika diperlukan penyesuaian proses industri hulu sawit guna mendukung ketersediaan bahan baku sawit untuk energi melalui proses yang makin efisien.

Kemudian keempat, terkait kesiapan industri pengguna / konsumen, seiring perkembangan BBN untuk tingkat pencampuran yang lebih tinggi, diperlukan dukungan dari industri manufaktur kendaraan ataupun mesin yang menggunakan biofuel agar dapat menyesuaikan dengan kebijakan mandatori BBN. (T2)

Lebih lengkap Baca Majalah InfoSAWIT edisi Juni 2021 


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit