infosawit

Selamat Tinggal Minyak Goreng Sawit Curah



Dok. InfoSAWIT
Selamat Tinggal Minyak Goreng Sawit Curah

InfoSAWIT, JAKARTA – Kabarnya per 1 Januari 2022, dalam hal peredaran Minyak Goreng dari Sawit (MdS) di pasar dalam negeri  akan menjalani sejarah baru, lantaran adanya perubahan pola edar dari bentuk curah/ centongan/ berbungkus plastik terikat dengan simpul karet yang tak bermerek dagang, ke bentuk kemasan sederhana sesuai dengan Permendag No. 36/2020 tentang " Minyak Goreng  Sawit Wajib Kemasan".

Rencana perubahan edar Minyak Goreng dari Sawit /centongan  ke bentuk  kemasan sederhana sudah dimulai sejak  8 tahun lalu , tapi  terjadi penundaan  launching migor kemasan ini berkali-kali, akibat dari berbagai halangan non-teknis di lapangan. Sejalan dengan rencana launching MdS  dalam kemasan sederhana ini, Permenperin Nomor 46 Tahun 2019 tentang Pemberlakuan SNI 7709:2012 Minyak Goreng Sawit -ada waktu relaksasi bagi para produsen dan unit pengemas MdS-  yaitu masih memperbolehkan produk MdS yang  dikemas  itu tanpa tanda SNI untuk beredar sampai dengan 31 Desember 2021.

Dikatakan Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga, pihaknya menyampaikan early warning ini kepada produsen MdS  dan juga unit-unit pengemasan di lapangan, supaya segera berbenah diri.

Tercatat total produsen/ pengemas/penyalur MdS  curah/kemasan sederhana  itu berjumlah  132  unit  usaha, catatan GIMNI - bentuk   Usaha Dagang  6  unit berbentuk CV  16 unit  dan berbentuk PT 110 unit, serta harus mempersiapkan diri secepatnya, mulai dari sekarang untuk  berkemampuan meliput pasar MdS  yang tersebar di 416 Kabupten dan 98 Kota diseluruh Indonesia.

Regulasi yang ada produk makanan dalam kemasan, harus dilengkapi dengan merek dagang yang terdaftar, nama dan alamat produsen, kandungan zat apa saja didalamnya, ber SNI 7709:2012 (perlu sertifikasi dari LS), dan dapat ijin edar dari  BPOM.

“Pekerjaan ini masih dapat dikejar dalam 3 bulan mendatang oleh unit pengemas migor, agar supaya launching migor kemasan mengganti curah ini dapat berjalan baik mulai 1 Januari 2022,” kata Sahat kepada InfoSAWIT, Jumat (19/09/2021).

Lebih lanjut kata Sahat, Sasaran dari wajib kemas MdS sederhana ini adalah agar masyarakat mendapatkan minyak goreng sawit yang higienis, kaya dengan vitamin dan terjamin pemasoknya, dan sekaligus menghindari   terpakainya kembali MdS bekas  (Jelantah).

“Jelantah itu meskipun disaring atau mencapai kejernihan semula, tapi zat  kimia berupa toxin  HNE (4-hydroxy-trans 2 nonenal), akibat  pemakaian  minyak goreng berkali-kali akan tetap berada didalam minyak jelantah tersebut,” jelas Sahat.

Jelas minyak jelantah berbahaya apabila kembali diperdagangkan  oleh pasar-pasar MdS curah. Zat kimia ini sangat berbahaya  bagi kesehatan manusia. “Merujuk hasil  penelitian Nutritionist Inggris, yang dipublikasikan tahun 2017 lalu mencatat bisa mengakibatkan penyakit Parkinson, Alzheimer, Huntington , Cancer  dan Stroke/Jantung,” tandas Sahat. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit