infosawit

Karena Topaz dari Asian Agri, KUD Maju Bersama Semakin Sejahtera



Karena Topaz dari Asian Agri, KUD Maju Bersama Semakin Sejahtera

InfoSAWIT, JAKARTA - Agar produksi sawit bisa tinggi, jangan coba-coba menggunakan bibit abal-abal. Sebaiknya, tanam bibit yang mutu genetiknya mumpuni. Ketimbang harus menanggung rugi selama 25 tahun. Waduh.

Maksudnya merugi selama 25 tahun, lantaran pohon kelapa sawit bersifat periodik. Masa produksinya 25 tahun. "Salah satu penentu produktivitas sawit adalah bibit. Salah pilih maka resikonya 25 tahun merugi," papar Yopy Dedywiryanto. Head of Plant Breading Asian Agri) dalam acara Ngobrol Sawit Bareng Milenial (Ngobras) Vol 6 yang diselenggarakan Majalan InfoSAWIT, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Selanjutnya Yopy menceritakan proses lahirnya Topaz, benih kelapa sawit unggulan hasil pengembangan dari PT Asian Agri. Pada 1992, Asian Agri bekerja dengan produsen benih dari luar negeri. Selanjutnya pada 1996 dan 1998, Asian Agri berhasil mencoba menanam pohon induk unggulan asal Kostarika di Riau. Tak hanya itu, benih hasil persilangan diuji-coba

Selanjutnya, tanaman sawit itu bisa produksi di luar dugaan. Sepanjang 1999-2004, produksinya 16 ton per hektar. dengan M6 sampai 91 ton dengan oer 22%. "Dan, pada Januari 2004, Asian Agri resmi merilis 4 varian Topaz. Hasil panen Topas yang 16 ton per hektar, jelas prestasi. Karena biasanya 6-8 ton. Bisa 9 ton itu top," ungkap Yopy.  

Ternyata, Yopy benar. Kalau petani sawit mau untung besar, jangan sembarangan saat memilih benih atau bibit. Carilah benih yang berkualitas, bukan asal beli apalagi ambil dari kebun orang.

Dan, KUD Maju Bersama Petapahan, Riau berhasil memenangkan kompetisi produktivitas kelapa sawit yang diselenggarakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) 2018 dan 2019. Asal tahu saja, seluruh anggota KUD ini menggunakan benih Topaz produksi Asian Agri. "Mereka mengunakan benih topaz. Kini mereka memiliki grup atau komunitas, mengenalkan benih Topaz. Tujuannya untuk berbagi pengalaman menggunakan topaz. Agar petani lain meraih sukses yang sama. Ini tidak ada campur tangan perusahaan lho, inisiatif mereka sendiri," papar Yopy.
 
Sukses dengan Topaz Generasi 1, kata Yopy, Asian Agri tengah menyiapkan generasi 2 yang lebih unggul lagi. Di mana, panen TBS-nya bisa minimal 24 ton per hektar. Wow. (T3)


 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit