infosawit

Milenial Indonesia Jangan Mudah Percaya Info Menyesatkan Tentang Sawit



Milenial Indonesia Jangan Mudah Percaya Info Menyesatkan Tentang Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Menghadapi kampanye hitam yang begitu gencar dilakukan pihak Uni Eropa dan Amerika Serikat yang saat ini sudah merambah ke beberapa NGO di tanah air, kaum milenial perlu kritis. Jangan mudah percaya informasi mereka.

Lantaran, banyak informasi yang mereka bawa tidak seperti kenyataan di lapangan. Dengan kata lain, kabar yang mereka sampaikan rak lebih dari sampah alias hoaks. “Kalau saya bilang ya, kritislah terhadap semua informasi. Maksudnya, jika ada informasi dari pihak tertentu, pelajari dulu dan berusahalah memahami apa yang terjadi di lapangan,” jelas Wakil Direktur Utama PT Nusantara Sawit Sejahtera, Kurniadi Patriawan, di Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Sejauh ini, industri kepala sawit di Indonesia punya efek domino yang sangat positif terhadap perekonomian serta pemerataan pembangunan. Di mana, sektor ini menyerap sedikitnya 14,6 juta pekerja. Dari ekspor minyak sawit, kontribusinya Rp320 triliun terhadap pemerintah Indonesia.
Dan, setiap daerah yang memiliki kebun sawit, perekonomiannya lebih tahan dari goncangan. Rakyatnya hidup lebih makmur dan sejahtera.  Bahkan, sejumlah provinsi yang menjadi sentra sawit, pertumbuhan ekonominya bisa melamapui pertumbuhan nasional. Salah satunya contohnya dalah Kalimantan Barat.

Mengenai tudingan yang menyebutkan bahwa perkebunan kelapa sawit mempekerjakan anak-anak (child labor), alumni Ilmu dan Teknik Material dari Universitas California, Los Angeles, Amerika Serikat ini, mengatakan, kenyataan di lapangan memang ada ayah dan ibu yang sama-sama bekerja di kebun. Sehingga anak-anak mereka tidak ada yang menjaga di rumah. Mau tak mau mereka harus mengajak anaknya ke kebun, tapi bukan untuk dipekerjakan.

Namun, untuk merespon permasalahan tersebut NSS telah memberikan solusi dengan menyediakan tempat dan fasilitas bermain bagi anak-anak. Selain itu, NSS juga menyediakan guru khusus sehingga orang tua bisa tetap bekerja dan anak-anak menunggu sambil bermain dan belajar.

Saat ini, NSS juga telah menerapkan prinsip konservasi lingkungan. Lahan konservasi tetap dipertahankan untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang tidak hanya dibutuhkan oleh masyarakat, namun juga untuk kelanjutan perkebunan.

Kurniadi menambahkan, di masa mendatang Nusantara Sawit Sejahtera (NSS), diharapkan bisa menjadi lahan percontohan bagi perusahaan sawit dalam penerapan tata kelola perkebunan, pabrik pengolahan, serta bisnis secara keseluruhan.

“Visi saya untuk Nusantara Sawit Sejahtera jika mengacu kepada yang dilakukan saat ini, saya merasa NSS adalah perusahaan yang mencontohkan good practice untuk kelapa sawit. Harapan saya perusahaan ini bisa terus berkembang dan menjadi contoh,” terang Kurniadi.

Pada kesempatan yang sama, Kurniadi yang tergolong mewakili generasi milenial ini merasa perlu adanya gerakan nasional untuk menginformasikan peran industri sawit terhadap masyarakat dan perekonomian nasional, seperti yang dilakukan Pemerintah Malaysia, mulai dari kegiatan hulu hingga ke hilir sawit.

Menurut Kurniadi, tidaklah salah apabila pemerintah menginisiasi gerakan semacam ini (NSS). Bahwa kampanye tentang sawit sebagai produk kebanggaan masyarakat perlu dilakukan. Agar tidak menjadi korban diskriminasi di perdagangan internasional.

Kenyataannya, lebih dari setengah kebutuhan minyak sawit dunia tetap dipasok oleh Indonesia.
Di sisi lain, dia mengakui sama seperti di sektor lain, perusahaan sawit yang menyalahi ketentuan hukum pasti ada. Namun, dia berharap masyarakat, terutama generasi milenial, tidak menjatuhkan hukuman kepada semua produk sawit asal Indonesia.

“Yang terpenting adalah menggerakkan opini publik secara nasional dan menggeser paradigma bahwa sawit itu musuh. Kalau perusahaan sawit yang nakal pasti ada dan perlu ditindaklanjuti. Namun, untuk itu lihatlah pelakunya, jangan tanamannya,” ujar Kurniadi.

Pria berusia 33 tahun ini, menambahkan, generasi milenial adalah penerus industri kelapa sawit Indonesia. Tantangan akan lebih besar di masa mendatang, tetapi dia meyakini generasi milenial akan mampu mempertahankan Indonesia menjadi raja sawit dunia. Apalagi, saat ini sebenarnya masih banyak potensi sawit yang belum dimanfaatkan.

“Contoh paling gampang. Kerja sama antara perusahaan dan petani sawit rakyat. Saat ini, selisih produktivitas tanaman perusahaan dan petani sangat jauh, sehingga dari tanaman sawit petani rakyat juga masih sangat bisa ditingkatkan produksinya,” paparnya.

Dia mengatakan, pihaknya berharap pemerintah dapat memberikan dukungan dalam program kerja sama perusahaan sawit dan petani rakyat. Menurut Kurniadi, dukungan bisa diberikan baik dalam bentuk pendanaan maupun kepastian hukum bagi lahan petani rakyat.

Selain itu, dukungan lain dari Pemerintah yang akan sangat signifikan meningkatkan kinerja industri sawit nasional adalah melalui perbaikan peraturan, perizinan, serta riset dan pengembangan. Potensi sawit dari produksi hilir dan diversifikasi produk yang bernilai tambah bagi ekonomi, juga masih sangat besar. “Di tangan generasi milenial, saya yakin posisi kelapa sawit sebagai tanaman utama penghasil minyak nabati tidak akan bisa digeser. Saya kira pasti generasi milenial nantinya bisa mempertahankan posisi Indonesia sebagai raja sawit dunia,” jelasnya. (T3)


 


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit