infosawit

Gara-gara Karet dan Gula, Utang PTPN VII Menggunung, Akhirnya Pilih Sawit



Gara-gara Karet dan Gula, Utang PTPN VII Menggunung, Akhirnya Pilih Sawit

InfoSAWIT, LAMPUNG - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII memiliki utang segunung. Angkanya hampir Rp12 triliun, gara-gara salah investasi. Gaji karyawan pun belum dibayar.

Hal tersebut disampaikan Staf Komunikasi Perusahaan dan PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) PTPN VII Andi Firmansyah saat dihubungi Tribun Lampung, Minggu (26/9/2021). Salah satu penyebab utang tersebut karena pada 2008-2014, PTPN VII memulai investasi peremajaan sawit, karet, dan pabrik gula.

Menurut Andi, investasi yang saat itu digulirkan manajemen, telah melalui kajian mendalam terkait harga komoditi yang bagus, terutama karet. "Kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan Pemegang saham dan Komisi VI DPR RI," katanya.

Akan tetapi, beberapa tahun berjalan, harga komoditi, terutama karet terjun bebas. Sehingga berdampak kepada menggunungnya utang PTPN VII yang berdampak kepada kesulitan keuangan.

Dia menambahkan, investasi yang dilakukan dengan skala prioritas,  mengutamakan investasi yangg berkaitan langsung dengan penggalian produksi.
Selain komoditi karet pada waktu itu, tambahnya, PTPN VII, fokus investasi pabrik gula Cinta Manis dan Bunga Mayang.

Sementara, saat ini, langkah pemerintah, lewat Menteri B UMN Erick Thohir sedang memperbaiki kinerja keuangan PTPN yang mempunyai utang. PTPN harus memiliki fokus pada bisnis yang dijalankan demi merestrukturisai utangmenggunung yang mencapai Rp 43 triliun. Adapun bisnis tersebut terfokus pada komoditas sawit dan tebu.

Sementara di PTPN VII, BUMN yang terpusat di Lampung harus meninjau ulang bisnis pengelolaan produk dan pemasaran teh di kawasan Gunung Dempo, Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan. Pasalnya, sejauh ini unit produksi tersebut dianggap belum memberi kontribusi bagi PTPN VII. (A3)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit