infosawit

Harga Minyak Sawit Mentah (CPO) Berpotensi Melemah



Harga Minyak Sawit Mentah (CPO) Berpotensi Melemah

InfoSAWIT, JAKARTA - Kenaikan harga cpo dari akhir tahun 2020 hingga juni 2021, memberikan gambaran akan kuatnya keberadaan minyak sawit ditengah-tengah persaingan global minyak nabati. tingginya persaingan bisnis minyak nabati global, memberikan sinyal kuat akan keberadaan minyak sawit yang digemari konsumen global.

Konsumen global sebagai bagian dari pemangku kepentingan minyak sawit tidak bisa terabaikan begitu saja, lantaran konsumsi konsumen sangat penting bagi keberadaan minyak sawit di perdagangan dunia. Melalui berbagai tuntutan konsumen yang disuarakan lembaga swadaya masyarakat (LSM), keberadaan minyak sawit terus dipromosikan.

Kendati sering merugikan, tudingan LSM yang keras disuarakan, telah banyak membawa perubahan praktik bisnis minyak sawit global termasuk Indonesia. Keberpihakan produsen minyak sawit, telah mendorong banyak perbaikan, dari praktek budidaya perkebunan hingga perdagangan minyak sawit pada umumnya.

Kondisi terkini bisnis minyak sawit yang kian berkelanjutan, merupakan hasil kerja keras dari para pemangku kepentingan. Perusahaan perkebunan, petani, industri dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, peneliti, akademisi dan masyarakat luas telah bekerjasama dengan luar biasa sehingga menjadikan bisnis minyak sawit kian maju dan berkelanjutan.

Gegap gempita bisnis minyak sawit dapat dirasakan melalui dukungan media nasional yang menggaungkan keberadaan minyak sawit dari segala penjuru. Itulah bagian penting dari keberadaan media massa nasional bagi keberadaan bisnis minyak sawit Indonesia.

Hingga Mei 2021 lalu, menurut data BPS, kinerja ekspor minyak sawit mampu menghasilkan devisa sebesar US$ 3,063 Miliar dan menjadi capaian nilai ekspor tertinggi sepanjang sejarah. Baca : https://www.infosawit.com/news/11046/nilai-ekspor-minyak-sawit-indonesia--mei-melesat-us--3-063-miliar   

Tingginya kinerja ekspor produk minyak sawit dan turunannya, juga didukung dari tingginya nilai harga jual CPO CIff Rotterdam, pada bulan Mei 2021 yang mencapai US$ 1.242/Ton. Secara otomatis, kinerja ekspor CPO sepanjang kuartal I tahun 2021, mengalami pertumbuhan luar biasa bagi bisnis minyak sawit nasional di masa pandemi Covid 19.

Pada kuartal II tahun 2021 ini, potensi kinerja CPO dan produk turunannya cenderung akan terus membaik, seiring harga jual CPO yang masih berfluktuasi. Didukung iklim cuaca yang kondusif bagi pertumbuhan pokok tanaman kelapa sawit dan terbuka lebarnya pasar ekspor China dan India. Namun potensi ini akan dibayang-bayangi produksi minyak nabati lainnya seperti minyak soybean yang juga akan melimpah di akhir kuartal II tahun ini.

Produksi minyak nabati global termasuk minyak sawit, pada bulan September 2021, diprediksi akan mulai meningkat tajam, sebagai berkah dari dukungan agroklimat yang memberikan cukup banyak sinar matahari dan curah hujan bagi perkebunan kelapa sawit. Melimpahnya buah sawit dari perkebunan, secara otomatis akan meningkatkan produksi CPO Indonesia hingga akhir tahun 2021.

Berbagai prediksi analis harga CPO, memperkirakan akan terjadi turbulensi harga CPO pada akhir kuartal II hingga akhir tahun 2021 ini. Namun, Pusat Data Bisnis InfoSAWIT (PDBI) memperkirakan akan terjadi posisi defensif di Indonesia, dimana produksi CPO yang besar akan diserap pasar domestik terutama industri refineri nasional, sehingga menahan turunnya harga CPO di pasar global.  (T1)

Lebih lengkap baca Editorial InfoSAWIT Edisi Juli 2021


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit