infosawit

Perusahaan Sawit BGA Group Lestarikan Hampir 40 Ribu ha Areal Konservasi



Perusahaan Sawit BGA Group Lestarikan Hampir 40 Ribu ha Areal Konservasi

InfoSAWIT, JAKARTA - Wilayah Indonesia tercatat memiliki hutan tropis dengan areal terluas ke 3 di dunia, dimana sekitar 50 juta orang bergantung pada ekosistem hutan untuk mata pecaharian mereka. Dengan melihat peran ekosistem hutan yang cukup penting tersebut, upaya perlindungan lingkunga  pun terus dilakukan.

Sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memiliki komitmen tinggi terhadap perlindungan lingkungan, Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group melakukan upaya pelestarian areal High Conservation Value (HCV), High Carbon Stock (HCS) dan lahan gambut, yang semuanya hampir mencakup 40 ribu ha. Langkah ini dlakukan sebagai upaya mengurangi hilangnya habitat alami dan keanekaragaman hayati.

Dalam upaya perlindungan lingkungan tersebut, perusahaan tercatat melakukan beberapa program perlindungan lingkungan, misalnya Bumitama Biodiversity and Community Project (BBCP), merupakan program konservasi berbasis lanskap dengan pola multi-stakeholder kolaboratif terkait koridor satwa liar sertav bekerjasama dengan organisasi yang berfokus pada keanekaragaman hayati.

Pula melakukan kemitraan dengan PONGO Alliance untuk pendekatan alternatif pengelolaan habitat orangutan di lanskap terfragmentasi. Pihak perusahaan juga melakukan rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir Kalimantan Tengah dengan areal sekitar 150 hektar, bekerjasama dengan pemerintah daerah dan sekolah setempat.

Merujuk informasi dari perusahaan, dari semua areal kawasan konservasi sekitar 48% diidentifikasi memiliki hutan struktural yang baik, dengan kondisi ini maka pada tahun 2020 lalu pihak perusahaan telah melakukan penanaman kembali untuk lahan konservasi seluas 1.192 ha. Sementara di 2025 pihak perusahaan menargetkan menghutankan kembali areal konseravsi sekitar 10%.

Untuk proses penanaman kembali (reboisasi), pihak perusahaan tercatat menerapkan program FlyForest, yakni suatu cara uji coba reboisasi yang dipercepat dengan menggunakan alat drone.

Tak hanya menghutankan kembali areal lahan mineral, dari laporan Bumitama ESG Journey yang diterbitkan awal Maret 2021 lalu, perusahaan juga melestarikan areal lahan gambut seluas 6.115 ha,  ini dilakukan sebagai bentuk upaya penyediaan air bersih dan mitigasi dampak perubahan iklim, dengan program restorasi gambut, serta menerapkan praktik pertanian terbaik (BMP) untuk kawasan gambut yang ditanami.

Termasuk melakukan pengawasan terhadap areal gambut yang berpotensi terbakar, lantaran bila terbaar akan sangat sulit dipadamkan, sebab itu perusahaan melakukan manajemen kebakaran yang komprehensif dengan memanfaatkan data terkini dan berkolaborasi dengan masyarakat lokal.

Perusahaan juga melakukan pengembangan pemanfaatan gas metana dari kolam limbah pabrik kelapa sawit untuk selanjutnya menjadi sumber energi listrik serta melakukan pengomposan POME/EFB di semua pabrik milik perusahaan.

“Sekitar 80% area tanam tercatat bebas dari penggunaan rodentisida, lantaran kami telah menggunakan predator alami salah satunya seperti penerapan program pengembangan agen hayati burung hantu (tyto alba),” diungkapkan, Deputy Head of Corporate Sustainability Bumitama Gunajaya Agro Group, Agam Fatchurrochman kepada InfoSAWIT. (T2)

Sumber: Majalah InfoSAWIT edisi Juli 2021


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit