infosawit

Beragam Cara Efisiensi Proses Budidaya di Kebun Kelapa Sawit



Beragam Cara  Efisiensi Proses Budidaya di Kebun Kelapa Sawit

InfoSAWIT, JAKARAT - Kreativitas secara nyata sangat dibutuhkan untuk menyikapi perubahan, meningkatkan efisiensi dan produktivitas yang berkelanjutan. Dengan kreativitas, seseorang akan selalu berusaha berimprovisasi dan berinovasi. 

Sayangnya masih banyak orang  yang berfikir improvisasi dan inovasi itu harus selalu sesuatu yang bersifat “wah”. Lebih sayangnya lagi adakalanya banyak pihak akan lebih melihat kelemahan dari suatu improvisasi/inovasi, ketimbang mencoba menerapkannya dengan baik dan benar.

Beberapa perusahaan kerap kali memberikan reward kepada karyawan yang berimprovisasi/berinovasi melalui program “continuously improvement”. Tetapi pada dasarnya bukan reward yang terpenting dalam melakukan berimprovisasi, melainkan berbagi dengan tulus untuk KEBAIKAN.

 

Ganti Herbisida dengan Tali Putri

Para planters pasti sudah sangat mengenal tali putri (Cuscuta campestris). Jenis tumbuhan menjalar yang memparasit gulma mikania dan asystasia, kedua gulma ini dapat menurunkan produksi tanaman kelapa sawit. Mikania tercatat bakal dapat menurunkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) sawit hingga mencapai 40%, ini terjadi lantara gulma jenis ini memang sangat rakus terhadap Nitrogen.

Sejatinya tali putri ini dapat menggantikan pemakaian herbisida 2.4 Diamine untuk mengendalikannya. Penerapan praktisnya sebagai berikut, jika satu group perusahaan (misalnya dengan luasan lahan sekitar 60 ribu ha), memiliki 140 orang tenaga kerja (TK) deteksi Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) bisa dilakukan selama 20 hingga 24 hari kerja setiap bulan.

Dimana setiap TK sebelum melakukan deteksi HPT bisa menebarkan tali putri  pada sekeliling 4 pokok tanama kelapa sawit yang terdapat mikania/asystasia, maka dalam satu bulan bisa melakukan penyebaran tali putri seluas 98 ha dan bila dilakukan selama satu tahun maka akan mencapai seluas 1.186 ha.

Sudah melebihi luas satu Divisi/Afdeling, bukan? Jika dosis 2.4D adalah 0,2 liter per ha untuk asystasia maka tali putri akan menggantikan 237 liter 2.4.D dan jika dosis untuk mengendalikan mikania 1.5 liter per ha, maka akan hemat 2.4 D sebanyak  1.779 liter. Jelas selain hemat juga lebih ramah lingkungan.

Sebagai catatan, tali putri tidak akan mereduksi pemakaian triclopyr dan  fluroxypyr tetapi dapat menghilangkan penggunaan 2.4 Diamine.

 

Kombinasi

Banyak contoh-contoh kreativitas yang diterapkan di lapangan yang berasal dari kombinasi beberapa aspek, yang umum misalnya:

Progressif Pruning, panen dan pruning (penunasan) yang sekaligus dilakukan oleh pemanen. Kombinasi ini dapat meningkatkan pendapatan pemanen dan menjaga kesehatan tanaman karena indek luas daun yang terjaga.

Long Stick, pada tanaman/pokok tinggi yang terserang kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) diperlukan treatment yang langsung diaplikasi ke pupus. Untuk itu diperlukan alat yang dapat mengantarkan material ke bagian pupus. Long stick dari SA 15 dikombinasi dengan alat semprot elektrik sangat baik untuk pekerjaan ini. Selain itu kombinasi pengendalin kimia, manual dan biologi ternyata mampu menyelesaikan permasalahan akut dan berlarut-larut.

Pupuk Organik dengan Pupuk Anorganik, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menghasilkan  pupuk organik berupa tandan kosong kelapa sawit (tankos), limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) dan Decanter Solid. Penulis lebih suka memakai istilah pupuk organik dari pada limbah. Kombinasi penggunaan pupuk organik dan anorganik dapat meningkatkan produksi TBS. Disamping meningkatkan produktivitas TBS  juga dapat mengurangi pemakain pupuk anorganik dan ramah lingkungan.

Aplikasi Insektisida, Fungisida dan Pupuk Daun Di Pembibitan, masih banyak jenis pekerjaan lain di industri kelapa sawit yang dapat meningkatkan proktivitas dan efisiensi. Banyak staff atau tenaga ahli yang berpengalaman selama puluhan tahun di berbagai kondisi lahan, kondisi iklim, kondisi infra struktur dan sosial yang jika dikombinasikan pengalaman dan keahliannya akan berdampak pada peningkatan produkativitas.  Persoalannya adalah “ego” personal dan alumni bahkan ego expat sehingga sulit untuk mengkombinasikan pengalaman dan keahlian.

Pada tataran ini dibutuhkan pimpinan yang dapat memadukan kemampuan, pengalaman dan skill dari para staffnya untuk bersinergis dalam team yang solid dengan mengesamping ego sehingga tercapai efisiensi yang tinggi.

Sejatinya, masih banyak lagi cara efisiensi yang bisa dilakukan pada proses budidaya di perkebunan kelapa sawit, tunggu tulisan berikutnya. *Praktisi perkebunan kelapa sawit.

Sumber: majalah InfoSAWIT Edisi OKtober 2017


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit