infosawit

Warga Menderita, PT ANA Anak Usaha Astra Agro Diduga Serobot Lahan Tak Kantongi HGU



Ilustrasi Kebun Sawit
Warga Menderita, PT ANA Anak Usaha Astra Agro Diduga Serobot Lahan Tak Kantongi HGU

InfoSAWIT, JAKARTA – Sebelumnya pada akhir Agustus 2021 lalu, PT. Agro Nusa Abadi (ANA), salah satu anak usaha perushaan perkebunan kelapa sawit PT Astra Agro Lestari Tbk., mendapat kecaman dari  Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) Sulawesi Tengah (Sulteng), lantaran tindakan kriminalisasi yang menimpa petani sawit atas nama Gusman, asal Desa Bunta, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara (Morut).

Terkait penangkapan tersebut FRAS Sulteng mengajukan beberapa tuntutan diantarannya meminta Kapolda Sulteng segera bebaskan Gusman. Kedua, menututu adanya penyelidikan PT ANA yang selama ini menyerobot lahan petani serta melakukan aktivitas hingga saat ini tidak pernah memperlihatkan sertifikat Hak GUna Usaha (HGU).

Kini, informasi yang didapat InfoSAWIT melalui Twitter dari @MollysAbdie mencatat bahwa PT ANA diduga melakukan tindakan penyerobotan lahan masyarakat, bahkan twitter tersebut mencatat perusahaan telah dikelola semenjak 2006 lalu berlokasi di Morowali Utara, Sulteng, tidak bisa menujukkan dokumen Hak Guna Usaha (HGU).

Sebelumnya dikutip Sultengraya, FRAS mencatat, aktivitas perusahaan ini banyak membuat masyarakat menderita karena praktik-praktik tidak baik dilakukan oleh PT Agro Nusa Abadi. “Penyelesaiaan kasus ini harus menjadi tanggung jawab pemerintah Provinsi Sulteng, apalagi penyelesaiaan kasus konflik agraria ini telah menjadi fokus dan prioritas dari pemerintah Jokowi,” tutur Koordinator Front Rakyat Advokasi Sawit, Eva Bande, selasa lalu.

Lebih Lanjut Eva memaparkan, semenjak tahun 2006 lalu masalah konflik agraria yang melibatkan masyarakat Petasia Timur dengan perusahaan PT Agro Nusa Abadi sampai dengan saat ini tidak terselesaikan.

Bahkan dalam catatan FRAS, terdapat 300 ha lahan masyarakat Petasia Timur yang dirampas oleh PT Agro Nusa Abadi dan terdapat empat orang masyarakat yang dijerat hukum dengan tuduhan pencurian buah sawit.

Eva menilai, perusahaan itu adalah perusahaan yang kebal terhadap hukum, melihat perusahaan ini  diduga tidak memiliki legalitas dalam pengoperasiannya alias ilegal. Kantor Staf Presiden pernah datang ke Morowali Utara untuk menyelesaikan kasus perampasan lahan masyarakat oleh PT Agro Nusa Abadi.

Untuk mengkonfirmasi mengenai pemberitaan ini, InfoSAWIT mencoba untuk menghubungi pihak perusahaan, namun sampai berita ini diturunkan pihak perusahaan tidak juga memberikan jawaban pasti mengenai pemberitaan tersebut. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit