infosawit

Sayangkan Tutup Akses Kebun Sawit, Pihak PT ANA Buka Pintu Musyawarah



Community Development Officer PT Agro Nusa Abadi (ANA), Doddy Adisatya
Sayangkan Tutup Akses Kebun Sawit, Pihak PT ANA Buka Pintu Musyawarah

InfoSAWIT, JAKARTA – Adanya perbedaan pandangan antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit seringkali terjadi, salah satunya terjadi antara masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit yang di kelola PT Agro Nusa Abadi (ANA), anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk., menyusul adanya klaim lahan dari kedua belah pihak.

Ujung masalah perbedaan ini akhirnya memicu masyarakat melakukan penutupan akses jalan kebun kelapa sawit yang dikelola PT ANA, namun demikian dikatakan Community Development Officer PT Agro Nusa Abadi (ANA), Doddy Adisatya, menyayangkan adanya tindakan unjuk rasa yang dilakukan masyarakat dengan menutup akses jalan operasional PT ANA.

Selain dasar hukum mereka yang masih bisa dipertanyakan, kalau pun ada klaim atau perbedaan pandangan semestinya tetap dapat diselesaikan dengan cara-cara musyawarah. “PT ANA selalu mengedepankan aspek hukum sebagai dasar kesepakatan hidup bersama. Ini yang menjadi prinsip perusahaan sehingga aktif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak agar perbedaan yang ada tidak merugikan pihak manapun,” katanya dalam keterangan resmi kepada InfoSAWIT, Selasa (19/10/2021).

Lebih lanjut kata Doddy, pihaknya keberatan bila dikatakan bahwa PT ANA menyerobot lahan masyarakat, apalagi bila dikatakan perusahaan membuat masyarakat menderita. Selain bertentangan dengan visi misi perusahaan yang ingin “Sejahtera Bersama Bangsa”, operasional perusahaan pun selalu bekerja sama dengan masyarakat dan menjalankan program-program kepedulian sosial.

Sejatinya, tutur Doddy, sejak awal beroperasi di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, PT ANA berpegang dan patuh pada aturan serta ketentuan hukum yang ada. Perusahaan masih terus melakukan proses pengurusan sertifikat Hak Guna Usaha (HGU).

“Sejauh ini, ijin-ijin operasional perusahaan sudah diperoleh. Ijin Lokasi diperoleh PT ANA sejak awal operasi dan masa berlakunya terus diperbaharui hingga sekarang. Begitu juga dengan Ijin Usaha Perkebunan (IUP), diperoleh perusahaan dan terus diperbaharui hingga sekarang,” katanya.

Diakui Doddy, terkait pengurusan Hak Guna Usaha (HGU), masih terus dilakukan dan masih berproses, lantaran kata dia, untuk memperoleh HGU ada tahapan di mana perusahaan harus memberikan kompensasi kepada masyarakat yang dinyatakan memiliki hak atas tanah. Kewajiban memberikan kompensasi itu pun sudah dilakukan PT ANA.

“Nama-nama masyarakat yang menerima kompensasi tersebut didasarkan atas hasil kerja tim verifikasi lahan mulai dari tingkat desa sampai dengan tingkat kabupaten, dengan bekerja sama pada instansi-instansi yang berwenang menentukan status lahan,” tandas Doddy. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit