infosawit

Harga CPO Melangit, Negara Produsen Minyak Sawit Tekankan Waspada Regulasi Menghambat



Harga CPO Melangit, Negara Produsen Minyak Sawit Tekankan Waspada Regulasi Menghambat

InfoSAWIT, JAKARTA – Dewan Negara-negara Produsen Sawit  atau dikenal dengan  Council Palm  Oil  Producing Countries (CPOPC) menggelar Pertemuan Tngkat Pejabat Tinggi  atau  Senior Officials Meeting (SOM) Ke-22  dalam format hybrid  (daring  dan tatap  muka) pada Kamis, lalu.

Pada kesempatan tersebut, Deputi  Menteri   Pangan dan Agribisnis, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Musdhalifah Machmud, menggarisbawahi tren positif  dari pertumbuhan permintaan minyak sawit  dan tren kenaikan minyak sawit secara umum.

Namun, negara produsen mengantisipasi kemungkinan siklus harga minyak sawit mentah atau crude   palm oil (CPO) melalui peningkatan  konsumsi domestik sebagai bagian dari alat manajemen permintaan. Pengelolaan harga minyak sawit berkelanjutan dapat dicapai dengan penerapan program  biodiesel.

Lebih lanjut, Musdhalifah menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kampanye negatif yang semakin masif  dan dikeluarkannya berbagai kebijakan dan regulasi yang menghambat  produksi dan  perdagangan minyak sawit khususnya di Uni Eropa.

“CPOPC perlu memberikan perhatian serius dan merumuskan strategi yang lebih efektif bagi negara-negara produsen minyak sawit untuk menjawab tantangan tersebut,”tutur Musdhalifah dalam keterangan tertulis kepada InfoSAWIT, Jumat (22/10/2021).

Sementara Sekretaris Jenderal, Kementerian Industri Perkebunan dan Komoditas, Malaysia, YBhg. Datuk Ravi Muthayah, menyambut baik kenaikan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil   (CPO) sejak Juni  2020 lalu, namun dengan keprihatinan bahwa serangan terhadap sawit tidak akan pernah surut.

Berkaitan dengan itu, Datuk Ravi Muthayah meminta CPOPC untuk melipatgandakan upaya dalam  memberikan narasi yang  lebih kuat untuk memerangi kampanye  negatif. “Negara-negara penghasil minyak sawit tidak boleh berpuas diri dan lengah dengan kompetitor,” katanya.

Lebih lanjut tutur Ravi Muthayah, menjunjung  tinggi   keberlanjutan  dalam  Tujuan  Pembangunan Berkelanjutan  atau   Sustainable  Development  Goals (SDGs)  sangat  penting  yang didukung oleh  pemikiran atau  penelitian yang  ofensif  untuk membandingkan minyak sawit dengan minyak nabati lainnya.

Bahkan, Datuk Ravi secara khusus menyatakan dukungan kuat  negaranya untuk mengadopsi Kerangka Kerja Global dari Prinsip untuk Minyak Sawit Berkelanjutan sebagai prinsip panduan bagi negara-negara penghasil minyak sawit yang  masuk menjadi  anggota, dan sebagai contoh untuk tanaman  minyak  nabati lainnya, dalam mengupayakan  kolaborasi yang semakin berdampak, bermakna, dan efektif. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit