infosawit

Mendorong Sawit Menjadi Solusi



Dok. InfoSAWIT
Mendorong Sawit Menjadi Solusi

InfoSAWIT, JAKARTA - Bagi masyarakat di Indonesia, tentu saja mengenal dengan baik komoditas kelapa sawit, kendati ada yang melihatnya secara positif atau ada yang kerap melempar korektif. Terlepas dari beragam isu yang muncul tersebut, masyarakat diaspora justru mendorong kelapa sawit menjadi solusi bagi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Kelapa sawit memang kerap menjadi perbincangan menarik yang tak pernah putus, entah itu dari manfaatnya yang telah mendukung begitu besar pada perekonomian negara, termasuk menjadi sumber pendapatan bagi juta masyarakat petani kelapa sawit.

Termasuk sisi negatif yang kerap diangkat, baik itu isu deforestasi (perusakan hutan), hilangnya sumber air bersih, menjadi sebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sampai isu yang menuding kelapa sawit sebagai biang kerok kerusakan lingkungan dan keragaman hayati.

Perdebatan pula sering muncul, ada yang menganggap komoditas kelapa sawit adalah tulang punggung perekonomian Negara, sampai ada yang menganggap komoditas sawit hanya sebagai lumbung pendapatan bagi segelintir orang kaya di Indonesia.

Lantas bagaimana pandangan para orang Indonesia yang ada diluar negeri karena tugas belajar, penempatan di luar negeri atau yang meniti karir di negeri orang, yang semua itu dikenal dengan masyarakat diaspora?

Dalam sebuah webinar yang diadakan masyarakat diaspora Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Eropa untuk Indonesia Maju (PETJ) mencatat, bahwa dari beragam isu negatif yang muncul yang ditudingkan kepada komoditas kelapa sawit faktanya komoditas ini juga bisa menjadi sebuah solusi bagi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs), yang telah ditetapkan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dikatakan Civil Engineering Structure Doctoral Candidat Universitat Kassel di Jerman, Yuliarti Erckel, komoditas kelapa sawit bisa menjadi pintu solusi bagi penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGS).

Tentu saja kata Yuliarti, guna mencapai tujuan tersebut perlu didukung dengan riset dan pengembangan (R&D) yang mumpuni guna mendukung pengembangan Sains dan teknologi, serta menghasilkan inovasi dalam mendukung pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia.

“Kita butuh inovasi, misalnya saja dengan luasan lahan kelapa sawit yang sama tetapi mampu menghasilkan produksi 2 sampai 3 kali lebih dari sebelumnya, upaya penemuan inovasi bisa juga dengan membuka peluang kerjasama dengan negara maju,” katanya.

Selain pengembangan teknologi dan inovasi, dalam upaya pengembangan perkebunan kelap sawit bisa didorong untuk bisa menggunakan produk bio dan memenuhi standar sertifikat internasional. “Tentu saja kemudian menerapkan bisnis dengan fair, serta tetap melakukan upaya kerjasama dengan pihak lokal, nasional maupun gobal,” katanya dalam acara Lunch Date #16, Perhimpunan Eropa untuk Indonesia Maju, yang dihadiri InfoSAWIT, akhir Februari 2021 lalu...

Sumber: Majalah InfoSAWIT Edisi Juli 2021


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit