infosawit

Untung Bejibun Petani Sawit Kala Terapkan Praktik Sawit Berkelanjutan



Untung Bejibun Petani Sawit Kala Terapkan Praktik Sawit Berkelanjutan

InfoSAWIT, JAKARTA – Diungkapkan Ketua KUD Tani Subur, Sutiyana, yang dapat  dilakukan untuk mendorong percepatan penerapan praktik sawit sesuai kaidah Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) membutuhkan kolaborasi setiap elemen Lembaga baik pemerintah Pusat, Daerah, dan NGO lokal yang bekerja di pekebun kelapa sawit swadaya.

Cara demikian, supaya penerapan praktik sawit yang dilakukan petani lebih ramah lingkungan, bahkan kata Sutiyana yang KUD nya telah memperolah sertifikat ISPO tahun 2017 lalu, ternyata dengan mengikuti budidaya sesuai kaidah lingkungan mendatangkan manfaat bejibun, misalnya saja, adanya kejelasan status kepemilikan lahan, terdapat peningkatan produksi TBS.

“Lantas, bertambahnya wawasan tentang budidaya kelapa sawit Berkelanjutan, serta mendapatkan bantuan dana PSR pada saat replanting melaui Dinas Perkebunan,” katanya dalam acara #ApaKataPekebun  Vol. 3: Implementasi  Standar  ISPO  Baru  oleh Pekebun  Swadaya, Selasa lalu.

Sementara diungkapkan, Ketua ICS (Internal Control System) dari Koperasi Jasa Mutiara Kongbeng, Kalimantan Timur, Sulastri, pihaknya memperoleh sertifikasi ISPO atas kerjasama atau kemitraan yang terbangun dengan perusahaan.

Selain berhasil mendapatkan sertifikasi ISPO, sejak kelompok bermitra dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit Sinar Mas, TBS sawit dari Koperasi Jasa Mutiara Kongbeng diprioritaskan oleh perusahaan. “Ini memberikan dampak lain seperti buah milik  kelompok  menjadi  prioritas  perusahaan, bantuan pupuk,  hingga pelatihan-pelatihan untuk peningkatan kapasitas yang diberikan kepada Pekebun dampingan,” katanya.

Hanya saja ditakan Group Manager Asosiasi Pekebun Swadaya Kelapa Sawit Pelalawan  Siak, Joko Prasetyo, di lapangan  masih ditemukan  tantangan dalam penerapan ISPO, lantaran dalam memperoleh Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan SPPL bagi pekebun yang masih terbatas. “Seba itu untuk percepatan ISPO dibutuhkan dukungan pemerintah daerah,” katanya.

Namun Joko juga mengungkapkan apresiasi kepada tim Direktorat  Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Kementerian  Pertanian,  yang telah terjun  langsung  ke Pelalawan untuk mendukung pelaksanaan sertifikasi ISPO bagi pekebun swadaya. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit