infosawit

Petani Sawit Butuh Dukungan dari Pemerintah, 4 Kendala ini Mesti Segera Diselesaikan



Petani Sawit Butuh Dukungan dari Pemerintah, 4 Kendala ini Mesti Segera Diselesaikan

InfoSAWIT, JAKARTA - Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit  (SPKS) manusetusDarto, berharap, kedepa ada kebijakan yang menjadi payung di lapangan dalam kemitraan. Perlu langkah revolusioner pemerintah untuk mengatasi masalah kemitraan. Pendataan dan pendampingan harus dilakukan.

Lantas apa yang dibutuhkan petani dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit?  tutur Darto, yang dibutuhkan dari lembaga pemerintah ini adalah pertama, dilakukannya pendataan petani swadaya dengan asumsi kebutuhan dana sekitar Rp 200.000/petani, manfaat dari kegiatan ini ialah guna memastikan legalitas dan upaya untuk mencapai Indonesian sustainable Palm Oil (ISPO) serta kebutuhan bermitra dengan pabrik yang membutuhkan traceability .

Kemudian kedua, memastikan legalitas petani sawit, dengan menerapkan sosialisasi dan pengisian form Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan melengkapi berkas, hanya saja perlu didahului dengan pemetaan.

Selanjutnya, ketiga, mendukung pendampingan dan  pembangunan kelembagaan petani/GAPOKTAN, manfaat dari kegiatan ini adanya asistensi/pengorganisasian serta pembangunan kelembagaan petani hingga punya legalitas. Dimana dilakukan oleh fasilitator/pengorganisir petani yang handal dan militan, orang yang punya prinsip. “Yakni fasilitator yang mau duduk, berdiri, dan sengsaran bersama petani atau punya rasa yang sama,” tutur Darto.

Kemudian Keempat,mendukung Penguatan SDM Gapoktan, manfaat dari program ini adanya penguatan SDM,  meningkatkna management organisasi dan leadership serta pengelolaan keuangan, sekedar catatan lokasi pelatihan semestinya dilakukan desa dan bukan di Hotel.

Saat ini model kemitraan yang ada bisa berupa Small scale independent, Larger Scale Independent, Farmer Managed cooperative, Individual Partnersh scheme, Company Managed cooperative, full managed by company.

Bagi Darto, Farmer managed cooperative merupakan pola kemitraan yang dianggap ideal, lantaran hak dan pengelolaan masih berbasiskan petani sawit. Koperasi memiliki peran “distribusi” dan “alokasi”, hampir tidak ada perkara. “MoU dibuat Bersama-sama melalui koperasi” tandas dia. (T2)

Sumber: Majalah InfoSAWIT Agustus 2021


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit