infosawit

Paska Bentrok di Kebun Sawit, Orang Rimba Mengungsi Ke Dalam Hutan



Paska Bentrok di Kebun Sawit, Orang Rimba Mengungsi Ke Dalam Hutan

InfoSAWIT, JAMBI – Pada Jumat (29/10/2021) lalu terjadi bentrok dan aksi penembakan terhadap satpam perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sarolangun, Jambi, serta mengakibatkan Orang Rimba (Suku Anak Dalam) mengungsi ke dalam hutan yang lebih jauh dari tempat tinggal mereka.

Dikatakan Manager Program Suku-Suku Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Robert Aritonang, Warsi kini mendorong aparat kepolisian dan pihak terkait untuk bersama-sama menyelesaikan secara adat dan persuasif konflik antara warga Suku Anak Dalam (SAD) dengan pihak perusahaan perkebunan.

Dikutip Antara, konflik yang pecah antara Orang Rimba dan petugas keamanan perusahaan sawit PT Primatama Kreasimas, anak perusahaan perkebunan kelapa sawit Sinar Mas Agro Resources and Technology (Smart) telah menyebabkan Orang Rimba mengungsi dari pemukiman mereka.

Tercatat ada sebanyak 96 keluarga dengan 324 jiwa Orang Rimba yang tidak lagi ada di pemukiman mereka di Selentik, Desa Lubuk Jering, Ujung Doho, Desa Pematang Kabau; dan Singosari, Desa Pematang Kabau, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Kepergian Orang Rimba terjadi setelah adanya penyerangan ke pemukiman Orang Rimba yang menumpang di dalam kebun sawit warga Desa Lubuk Jering. Penyerangan yang dilakukan, menurut informasi di lapangan dilakukan oleh karyawan perusahaan sebanyak dua truk.

Para karyawan ini merusak sudung dan membakar motor Orang Rimba. Di Pemukiman Madani Desa Lubuk Jering juga tidak lepas dari aksi kekerasan. Di pemukiman yang sudah kosong itu, ada dua sepeda motor yang dibakar karyawan perusahaan. Total ada 5 unit sepeda motor yang terbakar dari dua lokasi ini.

Menyikapi kejadian ini, Komunitas Konservasi Indonesia Warsi turut berperan untuk mengurai konflik dan mencari penyelesaian persoalan secara adil dan memberikan rasa aman untuk semua pihak. Setelah kejadian tersebut Warsi masih berupaya untuk menemui kelompok-kelompok yang terpencar-pencar menyelamatkan diri.

"Bagi Orang Rimba konflik di perkebunan dan dilanjutkan dengan penyerbuan ke pemukiman adalah hal yang sangat menakutkan, itulah yang menyebabkan mereka lari," kata Robert Aritonang dalam keterangan tertulis.

Menurutnya penting untuk memastikan keberadaan Orang Rimba yang lari ini. Karena dilihat dengan waktu kejadian dan melarikan ini, sudah bisa dipastikan Orang Rimba tidak akan memiliki bahan pangan yang cukup. Dalam diskusi dengan para pihak terkait ini, Polda Jambi melalui KKI Warsi sudah menyalurkan 90 paket sembako untuk Orang Rimba yang sedang mengungsi.

Bantuan ini sangat penting untuk mengatasi masalah remayao, masa dimana tidak tersedia bahan pangan untuk konsumsi harian. Ini diperlukan untuk mencegah masalah ikutan dari konflik ini. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit