infosawit

Earthworm Gandeng Musim Mas Bina Petani Swadaya Mengelola Kebun Sawit yang Baik



Kasraji Mustari, Leader Earthworm Foundation untuk Aceh/Dok. InfoSAWIT
Earthworm Gandeng Musim Mas Bina Petani Swadaya Mengelola Kebun Sawit yang Baik

InfoSAWIT, SUBULUSSALAM - Pembinaan terhadap petani sawit di wilayah Kota Subulussalam Aceh gencar dilakukan oleh Earthworm Foundation. Selain mendorong iklim perkebunan sawit yang berkelanjutan, Earthworm juga membekali petugas penyuluhan di daerah itu tentang bagaimana praktik pertanian yang baik, atau yang dikenal dengan istilah good agriculture practices (GAP).

Earthworm yang kini tengah fokus di Kota Subulussalam dalam kaitannya melakukan sejumlah proyek yang berhubungan dengan sustainable palm oil berperan aktif membekali petani dan mengajak stakeholder yang ada di daerah itu untuk bersinergi membangun sistem manajemen dunia persawitan yang berkelanjutan, termasuk muatannya terhadap pengelolaan sumber daya alam yang berbasis lanskap.

Kasraji Mustari selaku Leader Earthworm Foundation di Aceh, baru-baru ini mengemukakan pengamatannya tentang rendahnya produksi tandan buah segar (TBS) sawit di level kebun petani swadaya.

"Kami selaku leader Earthworm telah berkeliling melihat di beberapa lokasi dan yang kita jumpai adalah begitu luasnya hamparan kebun sawit miliknya masyarakat yang ada di wilayah Kota Subulussalam ini, namun sangat rendah produksinya," ungkap Kasraji dalam acara pembukaan pelatihan petugas penyuluh pertanian di aula Bappeda Kota Subulussalam, pada Selasa (16/11/2021).

Berdasarkan hal itu, sehingga Earthworm bersama pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Distanbunkan) Kota Subulussalam menyimpulkan bahwa ada hambatan terkait pengelolaan kebun sawit petani swadaya.

"Dan pada saat itulah kami bertiga ini (Earthworm, Bappeda dan Distanbunkan) mempunyai pertanyaan-pertanyaan yang kami sampaikan kepada petani-petani yang kami jumpai. Mulai dari bagaimana cara memproduksi sawit, bagaimana produksi sawit yang ia peroleh selama satu pusingan atau per bulan," ucap Kasraji.

Di mana salah satu fakta yang menyatakan bahwa adanya kebun sawit yang hanya menghasilkan produksi TBS yaitu kisaran 600-800 kilo gram per bulan dalam satu hektar areal kebun.

Dalam kerangka berpikir Kasraji bagaimana membantu petani swadaya agar mendapat produksi TBS mencapai dua ton per bulan per hektar.

"Kalau kita ingin dalam satu hektar produksinya dua ton per bulan artinya harus ada asupan atau pengetahuan kepada petani-petani kita dalam mengelola kebun sawit. Lalu, pertanyaannya adalah siapakah yang akan bisa memberi pengetahuan kepada petani-petani itu?," ujar Kasraji.

Kasraji mengungkap bahwa berangkat dari pemikiran tersebut, pihaknya membangun komunikasi dengan pihak Musim Mas untuk mengadakan sebuah kegiatan pelatihan kepada penyuluh dan petani swadaya.

"Nah! pada saat itulah muncul jawaban dari pihak Musim Mas. Sehingga kemudian pihak Musim Mas memutuskan untuk mengadakan sebuah kegiatan training of trainer atau disingkat dengan ToT," tutur Kasraji.

Lebih lanjut, Kasraji berharap, gagasan kolaborasi yang terselenggara bersama Pemerintah Kota Subulussalam dan Musim Mas dapat menjawab keluhan petani swadaya.

Sementara itu, General Manager Musim Mas, Rob Nicholls, menyatakan, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk membantu petani swadaya menjadi petani yang maju. "Yang kita lakukan hari ini adalah sebuah kolaborasi, adanya komitmen kerja sama dengan petani swadaya, ini merupakan kolaborasi yang kuat," kata Rob.

Kata Rob Nicholls, Musim Mas memiliki semangat kolaborasi untuk membangun petani swadaya dalam mengelola kebun sawit secara baik dan tepat. "Ini bukan hal biasa. Program ini untuk membantu petani swadaya agar bisa maju, sebab jika masyarakat maju pasti daerah maju, dan Musim Mas juga maju. Tapi Musim Mas tidak bisa maju jika petani tidak maju, sebab itu adalah komitmen dari kita," pungkas Rob. (T3)

*Laporan Nukman Suryadi Angkat


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit