infosawit

BPDPKS: Program Peremajaan Sawit Rakyat Perlu Dukungan Pemerintah Daerah



Dok. InfoSAWIT
BPDPKS: Program Peremajaan Sawit Rakyat Perlu Dukungan Pemerintah Daerah

InfoSAWIT, JAKARTA – Dalam catatan BPDPKS, potensi lahan yang bisa dilakukan peremajaan ialah seluas 2,78 juta ha, yang mana sekitar 2,27 juta ha adalah kebun sawit yang dikelola petani sawit dan swadaya, kebun sawit dari program PIR Bun mencapai 0,14 juta ha dan kebun sawit dari program PIR Trans/PIR KKPA mencapai 0,37 juta ha.

“Sebab itu Untuk mensukseskan kegiatan Peremajaan Kebun Sawit Rakyat diperlukan dukungan Kepala Daerah mulai dari tahapan inisiasi potensi, pengusulan, sampai dengan pengawasan pelaksanaan kegiatan,” tutur Direktur Penghimpunan Dana, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Sunari, dalam acara Webinar FGD Sawit Berkelanjutan Vol. 10, bertajuk “Mendukung Pemberdayaan Perkebunan Sawit Rakyat”, yang diadakan InfoSAWIT, Kamis (18/11/2021).

Lebih lanjut kata dia,  program penanaman kembali petani sawit besar-besaran memiliki tujuan untuk membantu petani sawit swadaya memperbaharui perkebunan kelapa sawitnya dengan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan, berkualitas serta mampu mengurangi risiko pembukaan lahan ilegal (Penggunaan Lahan, Perubahan Penggunaan Lahan dan Kehutanan -LULUCF).

Sebab tutur Sunari, dalam penerapan PSR mencakup 4 aspek, pertama aspek legalitas yakni petani swadaya yang berpartisipasi dalam program ini harus mengikuti aspek legalitas tanah. Kedua aspek produktivitas, ialah pencapaian standar produktivitas untuk program penanaman kembali bagi perkebunan yang produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) sawitnya masih dibawah 10 ton /ha/tahun. “Termasuk  kebun sawit rakyat yang Kepadatan tanaman kurang dari 80 pohon/h,” katanya.

Lantas ketiga aspek sustainability, dimana program penanaman kembali mesti mengikuti prinsip-prinsip keberlanjutan, yang meliputi: tanah, konservasi, lingkungan dan lembaga. Lantas keempat, pemenuhan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dengan memastikan prinsip keberlanjutan, kata Sunari, peserta program ini diharuskan untuk mendapatkan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) pada panen pertama. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit