infosawit

Konferensi Sawit Dunia (IPOC 2021) Bakal Adakan Sesi Khusus Para Menteri



Dok. InfoSAWIT
Konferensi Sawit Dunia (IPOC 2021) Bakal Adakan Sesi Khusus Para Menteri

InfoSAWIT, JAKARTA – Ketua Panitia Penyelenggara IPOC 2021, Mona Surya, mengungkapkan pada acara 17th Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook, sedianya Presiden RI, Joko Widodo dijadwalkan akan memberikan sambutan khusus di awal acara, dilanjutkan keynote speech dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI yang sekaligus membuka acara IPOC 2021 secara resmi.

Kata Mona, yang berbeda dari tahun lalu pada Konferensi Sawit Dunua (IPOC 2021) yang akan digelar oleh Gabungan Pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), bakal mengadakan sesi khusus untuk para menteri terkait, guna memaparkan strategi pengembangan kelapa sawit kedepan.

“Untuk mendapatkan insights strategi pemerintah Indonesia dalam rangka pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, kami mendedikasikan satu sesi khusus untuk para menteri terkait seperti Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan dan Menteri Kesehatan untuk memberikan special address,” kata Mona dalam jumpa pers yang dihadiri InfoSAWIT, Rabu (17/11/2021).

Lebih lanjut kata dia, sudah menjadi tradisi bagi IPOC menghadirkan pembicara-pembicara ahli sawit senior dunia untuk menguak tren harga dan isu global yang mempengaruhinya. Turut hadir sebagai pembicara, seperti Dorab Mistry (Godrej International Ltd), James Fry (LMC International) dan Thomas Mielke (Oil World).

IPOC merupakan wadah para pelaku bisnis dan pemangku kepentingan (stakeholders), pemilik, CEO dan eksekutif, dan para pengambil kebijakan baik tingkat nasional maupun internasional serta stakeholder lainnya, untuk bersama-sama membahas isu-isu strategis di seputar industri kelapa sawit dari hulu sampai ke hilir. IPOC juga merupakan media bagi para pelaku usaha untuk memperluas jaringan usahanya baik melalui program sponsorship maupun jaringan komunikasi virtual yang disediakan panitia.

Animo masyarakat baik dari Indonesia maupun luar negeri akan konferensi ini selalu meningkat setiap tahunnya. Tahun sebelumnya penyelenggaraan konferensi ini secara virtual untuk pertama kalinya tetap mendapatkan animo yang tinggi dengan dihadiri lebih dari 1.100 peserta dari 30 negara.

Tahun ini penyelenggaraan kedua secara virtual, pihak penyelenggara optimis peserta akan meningkat dari tahun lalu. “Saat ini kuota tempat duduk telah mencapai hampir 900 peserta, ini menunjukkan animo masyarakat tetap tinggi,” tandas Mona. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit