infosawit

Di COP26, Indonesia Dorong Kesetaraan Perdagangan Komoditas Termasuk Sawit



Di COP26, Indonesia Dorong Kesetaraan Perdagangan Komoditas Termasuk Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA -  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa dalam event internasional COP26 yang diselenggarakan di Glasglow, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendukung smallholders bersama dengan Inggris yang mana Indonesia berfungsi sebagai co-chair pada Forest, Agriculture, and Commodity, Trade (FACT) Dialogue.

Indonesia terus mendorong persamaan hak dan kewajiban antara negara konsumen dan negara produsen komoditas pertanian, perkebunan dan kehutanan. Dalam FACT Roadmap disampaikan bahwa komoditas pertanian termasuk sawit, penting untuk memulai pembangunan berkelanjutan terutama mempromosikan pembangunan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan berkontribusi pada ketahanan pangan, mitigasi perubahan iklim, dan meningkatkan mata pencaharian para petani.

Untuk Smallholders masih memiliki berbagai tantangan, terutama terkait produktivitas dan kapasitas. Tentu ketika pasar menghendaki standar lingkungan yang lebih tinggi, resikonya adalah di tingkat smallholders.

“Oleh karena itu Pemerintah terus mendukung smallholders agar mampu menghadapi tantangan tersebut. Dukungan dan akses keuangan untuk para petani merupakan hal yang penting agar tantangan tersebut bisa ditangani, terutama tentu terkait dengan aspek tata kelola dan logistik,” tegas Menko Airlangga.

Riset dan pengembangan ini membutuhkan kerjasama antar lembaga baik dari Pemerintah, industri, serta para stakeholder terkait. Menko Airlangga mengatakan bahwa acara pekan riset ini merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan untuk para pelaku industri sawit, termasuk masyarakat, untuk terus diterapkan sehingga kesenjangan antara pekebun rakyat dan milik korporasi bisa dipersempit.

Menko Airlangga juga mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama dengan Lembaga Litbang Pemerintah, swasta serta partisipasi para akademisi, terutama dalam mendukung BPDPKS tetap menjaga budaya penelitian sehingga inovasi teknologi baru di bidang sawit bisa terus dikembangkan.

“Riset dan pengembangan harus terus dilakukan guna mewujudkan sawit Indonesia yang berkelanjutan dan fokus pada isu-isu yang impactful dan juga berkesinambungan,” pungkas Menko Airlangga. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit