infosawit

Ampuuun Pedagang Minta Pemerintah Atasi Naiknya Harga Minyak Goreng Sawit



Dok. InfoSAWIT
Ampuuun Pedagang Minta Pemerintah Atasi Naiknya Harga Minyak Goreng Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA – Menjelang akhir tahun harga minyak goreng di pasaran beranjak naik signifikan, yang sebelumnya hanya Rp 11.000 - 11.500 sekarang telah menjadi Rp 19.000 - 20.000. Bahkan di tingkat ritel modern harga yang sudah promo saja harganya masih Rp 15.000.

Menurut KETUA 1 Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) Andrian Lame Muhar, kejadian ini cukup aneh mengingat Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak terbesar dunia.

Kata dia, Indonesia paling banyak perkebunan kelapa sawit, dan perkebunan kelapa sawit termasuk terluas di Dunia, yang bisa menghasilkan minyak goreng yang banyak, “Tapi kok harga minyak goreng sawitnya  sangat tinggi," kata dia dilansir Detik.

Lebih lanjut kata Andrian, harapannya pemerintah bisa memberikan perhatian serius terkait kondisi ini. Ia menduga, mungkin salah satu faktor pemicunya adalah tak seimbangnya Supplay dan Demand. Dimana, permintaan Ekspor lebih tinggi dibandingkan dalam negeri, sehingga para pabrik kelapa sawit lebih mengutamakan menjual hasil kelapa sawit ke luar negeri ketimbang untuk kebutuhan domestik.

Seharusnya, lanjut dia, pemerintah sebagai regulator membatasi ruang gerak pengusaha- pengusaha ini. Jika hanya keinginan mengekspor yang menjadi permasalahannya bahkan kebutuhan dalam negeri tidak bisa terpenuhi maka pemerintah harus mengintervensi langsung lewat kebijakan.

Sementara diungkapkan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, harga minyak goreng sawit naik sebagai konsekuensi atas meroketnya harga komoditas minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO). CPO merupakan bahan baku produk minyak goreng sawit.

Tentu saja naiknya harga kelapa sawit berdampak positif dalam hal kinerja ekspor. Bahkan produk minyak nabati atau kelapa sawit menjadi salah satu penyumbang terbesar ekspor Indonesia.

"Kalau kita lihat sekarang sebenarnya barang apa yang kita jual? Pertama yang paling besar itu adalah yang kita jual adalah produk minyak nabati HS nomor 15 yaitu kelapa sawit. Kita ini menjual kira-kira US$ 27 miliar pada tahun 2020. Pada bulan Oktober ini saja kita menjual US$ 3,36 miliar," katanya dalam Digital Technopreneur Fest & Technopreneur Campus FORBIS, Jumat (19/11/2021). Meski berkontribusi positif terhadap kinerja ekspor, di sisi lain, lanjut Lutfi ada permasalahan pada produk turunannya, yakni minyak goreng sawit yang harganya turut ikut naik. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit