infosawit

Awas Bibit Sawit Bersertifikat (Asli) Tidak Dijual di Toko Online



Dok. InfoSAWIT
Awas Bibit Sawit Bersertifikat (Asli) Tidak Dijual di Toko Online

InfoSAWIT, JAKARTA – Meningkatnya harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit menyusul melonjaknya harga mnyak sawit mentah (CPO), telah membuat petani tergiur untuk mengubah tanamannya menjadi kebun kelapa sawit.

Namun lantaran, belum mengerti benar dalam mendapatkan benh sawit unggul bersertifikat dari sumber beniih resmi, telah membuat petani mengambil jalan pintas dengan mudah, semisal mencari benih sawit dari online dan toko online.

Faktanya, puluhan produsen benih saiwt unggu sawit di Indonesia tidak menggunakan platform market place dalam menjual bibit sawit unggulnya, sebab dalam pembelian bibit sawit mesti ada aturan dan proses yang harus dilakuka sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dikatakan Irma Zulhana Koto dari Pusat Penelitan Kelapa Sawit (PPKS), pihaknya tidak menjual bibit sawit PPKS di toko online, tetapi terbatas dengan menggunakan Platform Mysawit dan Powitra yang semuanya dilakukan secara ketat.

Lebih lanjut kata Irma, kendati pembelian itu melalui platform MySawit dan Powitra tetapi semua terhubung ke PPKS Meda. “Selama ini kami menjual benih kelapa sawit hanya menggunakan platform yang khusus disediakan PPK, tidak dilakukan di toko online,” katanya dalam Jumpa Pers yang dihadiri InfoSAWIT, Senin (22/11/2021)

Demikian pula dikatakan Agustiaman Purba dari Socfindo, dia heran karena jual beli bibit sawit di toko onlie masih saja beredar padahal pihaknya telah melakukan komplain ke Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia dan lembaga terkait lainnya. “Kenapa sudah hampir satu dasawarsa penanganan jual beli bibit sawit di toko online masih saja dibiarkan,” katanya.

Kata Agustiaman, sebaiknya bagi petani sawit yang membutuhkan benih sawit unggul mesti menghubungi sumber benih langsung, karena proses jual beli bibit sawit sebenarnya tidak rumit, hanya menyertakan kartu identitas dan legalitas lahan, “Saya kira pengajuan bibit sawit langsung ke sumber benih tidak sulit hanya sertakan KTP, dan legalitas lahan bisa juga dengan SKT dari Desa sudah bisa diproses, memang ada minimal order sekitar 400 butir benih sawit, dengan mempertimbangkan ongkos kirim,” katanya.

Fouder Gamal Institute, Gamal Nasir, megakatakan, disaatnya besarnya kebutuhan masyarakat untuk melakukan replanting dan pengembangan kelapa sawit pekebun masih diperhadapkan dengan maraknya kasus penyebaran benih illegal, dan terkesan ada pembiaran oleh berbagai pihak terkait.

Saat ini masih melihat bagaimana kecambah benih illegal dapat diperoleh dengan mudah dari platform toko online maupun marketplace. “Baru-baru ini Polda Provinsi Bengkulu membongkar pemasaran kecambah via online sebanyak 20 ribu yang menyasar penggunan dana desa yang nanti juga akan dijelaskan kronologisnya oleh Tim Polda Provinsi Bengkulu,” katanya.

Sebab itu, dalam rangka penguatan kelapa sawit sebagai pilar ekonomi nasional, dan memastikan masyarakat mendapatkan benih bermutu, khususnya pada saat harga TBS yang cukup menarik, pemerintah harus menjadikan peredaran benih kelapa sawit illegal sebagai kejahatan luar biasa, karena dapat merugikan petani hingga ratusan juga dan kerugiaan bisa dirasakan selama puluhan tahun.

“Tidak boleh lagi ada beredar kecambah sawit yang seolah memperlihatkan pemerintah tidak hadir. Di sisi lain perlu adanya kerjasama dengan para pengelola toko online untuk menghentikan peredaran benih kelapa sawit illegal karena dapat disamakan penjualan barang terlarang,” tandas dia. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit