infosawit

Oil World: Harga Minyak Sawit (CPO) dan Minyak Kedelai Diprediksi Turun di 2022



Dok. InfoSAWIT
Oil World: Harga Minyak Sawit (CPO) dan Minyak Kedelai Diprediksi Turun di 2022

InfoSAWIT, JAKARTA - Diungkapkan Thomas Mielke dari Oil World, harga minyak nabati tercatat merangkak naik, lantas pada Oktober atau sekitar awal November 2021 ini, harga minyak sawit mentah (CPO) mencapai rekor harga tertinggi selama beberapa tahun terakhir.

“Harga minyak sawit mentah (CPO) Indonesia mencapai harga premium (lebih tinggi) dibanding dengan harga minyak kedelai dari Argentina pada awal November 2021,” katanya dalam webinar “Opportunities and Challenges for Palm Oil Producer Countries (OCOPOP)” yang diselenggarakan  Council of Palm Oil Producer Countries (CPOPC), yang diikuti InfoSAWIT, Selasa (23/11/2021).

Adanya kenaikan harga minyak nabati ini langsung mendapat reaksi dari konsumen global, kata Mielke, para konsumen mulai melakukan aksi menahan permintaan dengan mengurangi penggunaan minyak nabati. “Ini dilakukan di seluruh pasokan minyak nabati di dunia,”  tutur dia.

Sementara kondisi berbeda justru terjadi pada kelompok petani, dengan melihat harga komoditas melonjak justru mereka melakukan pengembangan perkebunan seluas-seluasnya tercatat bakal ada penambahan sekitar 9 juta ha lahan baru. Hanya saja penambahan lahan ini tidak berlaku di China dan Argentina, lantaran di kedua negera tersebut lahan kedelai malah berkurang.

Lantas bagaimana dengan harga komoditas di 2022? Tutur Mielke, dengan mengasumsikan iklim berada pada kondisi cuaca normal, maka Oil Word memprediksi produksi minyak nabati di dunia bakal melimpah selama  periode 2021/2022.  Lantas, stok minyak nabati global pun mulai kembali pulih.

“Harga komoditas di 2022 akan mulai melemah, diawali dengan melemahnya harga minyak bunga matahari, disusul minyak sawit kemudian minyak kedelai,” kata Mielke.

Lebih lanjut tutur Mielke, tingginya harga minyak nabati tidak akan langgeng, yang diakibatkan melimpahnya produksi dan terpenuhinya stok. “Kami perkirakan penurunan harga minya sawit dan minyak kedelai terjadi pada periode Jan/Jun 2022,” tandas Mielke. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit